Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nasional

Inilah Backup Data yang Wajib Diwaspadai Perusahaan Indonesia di 2026

Teknik ransomware makin canggih, Inilah Backup Data yang Wajib Diwaspadai Perusahaan Indonesia di 2026

Tayang:
Editor: Dodi Hasanuddin
Istimewa
KEAMANAN DATA - Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology Inc., menyebutkan sejumlah red flags yang perlu diwaspadai perusahaan agar strategi perlindungan data mereka benar-benar siap menghadapi tantangan ke depan. 

“Dengan satu tampilan terpadu, tim IT dapat memantau perlindungan data secara menyeluruh serta memperkuat tata kelola data,” ujarnya.

Pendekatan ini tercermin dalam solusi seperti Synology ActiveProtect, yang dirancang untuk membantu organisasi mengelola kompleksitas data yang terus berkembang.

Red Flag #3: Backup yang Tidak Diamankan dengan Baik

Memiliki backup tidak otomatis menjamin data dapat dipulihkan. Jika backup masih dapat diakses atau dienkripsi oleh penyerang, perusahaan tetap berisiko kehilangan seluruh data dalam satu insiden.

Banyak organisasi masih mengandalkan satu salinan backup, tanpa perlindungan tambahan.

“Bayangkan serangan ransomware yang tidak hanya menyerang sistem utama, tetapi juga lokasi backup. Banyak perusahaan baru menyadari celah ini ketika satu-satunya salinan data bersih sudah tidak bisa digunakan,” ungkap Clara.

Untuk itu, penerapan backup yang immutable, penyimpanan off-site, serta pengujian pemulihan secara berkala menjadi elemen penting agar data benar-benar siap digunakan saat dibutuhkan.

Baca juga: Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC: Penguatan SDM Jadi Faktor Kunci Keamanan Data Pemilu

Solusi modern seperti ActiveProtect kini telah mengintegrasikan air-gapped repositories, perlindungan immutable backup, serta verifikasi pemulihan otomatis untuk memastikan proses restore berjalan dengan andal.

Red Flag #4: Akses ke Data Kritis yang Tidak Terkontrol

Seiring bertambahnya jumlah karyawan, akses ke data sensitif sering kali ikut meluas tanpa pengaturan yang ketat.

Risiko kebocoran data dari internal baik disengaja maupun tidak pun semakin meningkat.

“Pembatasan hak akses adalah salah satu kunci utama dalam meminimalkan risiko kebocoran data. Tidak semua orang membutuhkan akses ke data yang bersifat kritikal,” tegas Clara.

Penerapan autentikasi yang kuat dan kontrol akses berbasis peran menjadi langkah penting untuk memperkecil risiko internal dan memperkuat keamanan sistem secara keseluruhan.

Fokus di 2026: Ketahanan Data sebagai Prioritas Utama

Clara memprediksi bahwa perusahaan di Indonesia akan semakin bergerak menuju strategi perlindungan data yang lebih terintegrasi, otomatis, dan dapat diverifikasi.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved