Kamis, 7 Mei 2026

Cuaca Ekstrem

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Saat Nataru, Ini Wilayah Terdampak

BMKG Peringatkan potensi cuaca ekstrem dan banjir rob di sejumlah wilayah jelang hingga saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Tayang:
bmkg
PERINGATAN CUACA EKSTREM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa wikayah dan banjir rob di sejumlah wilayah pesisir selama periode menjelang hingga libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).  Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Jakarta, Senin (8/12). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa wikayah dan banjir rob di sejumlah wilayah pesisir selama periode menjelang hingga libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Jakarta, Senin (8/12).

Faisal menjelaskan potensi cuaca ekstrem terjadi mulau 15 Desember sampai 10 Januari.

"Ini adalah potensi hujan pada periode Nataru. Pada minggu 15 Desember hingga 22 Desember ini sebaran yang titik merah itu adalah lokasi hujan lebat hingga hujan petir, itu banyak terjadi di bagian selatan dari Sumatera, kemudian di sebagian terutama Barat dari Pulau Jawa,” kata Faisal.

Baca juga: Hati-hati! Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Rilis Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat Minggu Ini

Menurut Faisal pola cuaca ekstrem itu masih akan berlanjut pada pekan berikutnya.
 
Selanjutnya pada 22 hingga 29 Desember, pada lokasi yang kurang lebih sama,” ucap Faisal.

Faisal menjelaskan periode setelah Tahun Baru justru akan menjadi fase yang paling harus diwaspadai.

Yakni periode 29 Desember hingga 10 Januari, di mana hampir seluruh daerah di Pulau Jawa ini berpotensi untuk mengalami hujan lebat hingga hujan petir,” ucap Faisal.
 
 Untuk itu, BMKG memastikan penyampaian informasi cuaca berjalan secara berkala dan mudah diakses publik.
 
 “Kami terus meng-update informasi ini, diperbaharui secara berkala untuk menjaga akurasi prakiraan. Selanjutnya kami juga menampilkan prakiraan cuaca real time di mobile apps Info BMKG,” tandasnya.
 
Sementara untuk banjir rob di periode Nataru, katanya dipengaruhi oleh fenomena dari fase perigee dan bulan purnama, yaitu pada tanggal 4 Desember lalu dan bulan baru di tanggal 20 Desember. 

"Ini memicu kenaikan muka air laut yang dapat menyebabkan banjir rob, beberapa sudah diberitakan terjadi di Utara Jakarta,” ucap Faisal.
 
 “Ini adalah periodenya pada tanggal 29 November hingga 3 Desember, ini terjadi di pesisir Sumatera bagian Timur Selatan, Kalimantan bagian Barat Selatan, dan Pantura Jawa,” tambah Faisal.
 
 Faisal menjelaskan, banjir rob diprediksi meluas ke berbagai daerah di awal Desember.

Baca juga: Hadapi Bencana hingga Pohon Tumbang saat Cuaca Ekstrem di Jakarta, Ini yang Dilakukan Pemkot Jaktim

“Kemudian pada 2 sampai 10 Desember juga meluas ke pesisir Sumatera, pesisir Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara, dan sebagian Maluku,” katanya.
 
Menurutnya, potensi banji rob masih akan berlangsung pada pertengahan Desember.
 
 “Kemudian pada 5 sampai 15 Desember ini juga masih terjadi terutama di Banten, Jakarta, pesisir Utara Timur Jawa, serta beberapa wilayah di Kepulauan Riau dan Kalimantan,” jelas Faisal.
 
 Ia menyebut sebagian besar pantai utara Jawa akan terus terdampak dalam beberapa hari ke depan.
 
 “Selanjutnya 6 sampai 12 Desember juga terjadi di Pantai Utara Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat,” katanya.


 
 Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
 
 
 
 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved