Cuaca Ekstrem
Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan Pompa Banjir
Pemprov DKI siapkan Operasi Modifikasi Cuaca, penguatan koordinasi Jabodetabek, dan penyiagaan ratusan pompa banjir.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi musim penghujan dan potensi cuaca ekstrem pada akhir 2025 yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penguatan sistem pengendalian banjir.
Kesiapsiagaan tersebut difokuskan pada penguatan koordinasi lintas perangkat daerah serta pemanfaatan data kebencanaan secara terpadu.
Pemprov DKI ingin memastikan seluruh unsur pemerintah daerah siap merespons cepat potensi banjir, genangan, maupun dampak cuaca ekstrem lainnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, salah satu langkah yang kembali ditempuh adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi intensitas curah hujan ekstrem di wilayah Jakarta.
Selain itu, Rano berharap daerah penyangga Jakarta yang berada dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek turut melakukan langkah serupa.
Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Saat Nataru, Ini Wilayah Terdampak
Menurutnya, pengendalian cuaca dan penanganan kebencanaan tidak dapat dilakukan secara parsial karena karakter wilayah yang saling terhubung.
Pemprov DKI Jakarta juga terus mengoptimalkan pemanfaatan data kebencanaan, termasuk informasi prakiraan cuaca dan potensi risiko, sebagai dasar pengambilan keputusan.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus meminimalkan gangguan aktivitas masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
"Untuk operasi modifikasi cuaca dalam mengantisipasi curah hujan tinggi, sesuai arahan Pak Gubernur, langkah ini tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta, tetapi juga harus dikoordinasikan dengan wilayah penyangga di sekitar Jakarta," kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Selain OMC, Pemprov DKI juga akan melakukan penguatan sistem peringatan dini.
Baca juga: Hati-hati! Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Rilis Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat Minggu Ini
Ancaman banjir tidak hanya datang dari hujan lokal, tetapi juga banjir kiriman dari daerah hulu serta banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta.
Rano meminta seluruh jajaran memastikan layanan dasar dan ketersediaan pangan tetap terjaga dalam berbagai skenario kebencanaan, termasuk saat momentum libur panjang akhir tahun.
"Kita tentu memiliki agenda tahunan seperti Natal dan Tahun Baru. Namun, saat ini terdapat potensi cuaca ekstrem, termasuk keberadaan beberapa siklon di wilayah Indonesia. Karena itu, data dari BMKG, Pushidrosal, dan instansi terkait sangat penting agar Pemprov DKI Jakarta dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat," jelas Rano.
Dari sisi teknis pengendalian banjir, Pemprov DKI menyiagakan 612 unit pompa stasioner di berbagai rumah pompa serta 590 unit pompa mobile yang siap digerakkan ke wilayah rawan genangan.
| BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Februari, Ancaman Serius bagi Pelayaran dan Penerbangan |
|
|---|
| BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Saat Nataru, Ini Wilayah Terdampak |
|
|---|
| Hati-hati! Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Rilis Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat Minggu Ini |
|
|---|
| Pemkab Karawang Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir 2025, Antisipasi Banjir Bandang Hingga Abrasi |
|
|---|
| Pemprov Jakarta Takut Banjir, Kerahkan 1.187 Pompa dan 3.908 Pasukan Biru Hadapi Cuaca Ekstrem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PERINGATAN-CUACA-EKSTREM.jpg)