Minggu, 19 April 2026

Berita Nasional

Kursi Menpora Kosong, Tokoh Muda dan Santri Mulai Dilirik

Kursi Menpora Kosong, Tokoh Muda dan Santri Mulai Dilirik. Di antaranya Rahayu Saraswati hingga M Husni Mubarok

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
MENPORA - Kolase Direktur Institut Santri Nusantara, M Husni Mubarok atau akrab disapa MHM dan Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon pengganti Dito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI.

Selain tokoh muda dari partai politik, nama dari kalangan non-partai dan akar rumput juga mulai diperbincangkan.

Salah satu nama yang santer disebut adalah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu disebut-sebut masuk bursa calon menteri sebagai representasi kalangan perempuan muda sekaligus aktivis sosial yang cukup aktif di ruang publik.

Di luar lingkaran keluarga politik, muncul pula nama M Husni Mubarok atau akrab disapa MHM, seorang penulis muda dan aktivis asal Jawa Timur.

MHM dikenal sebagai santri sekaligus anak asuh dari almarhum KH Solahudin Wahid (Gus Solah), adik Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

MHM saat ini menjabat sebagai Direktur Institut Santri Nusantara dan dikenal vokal dalam menyuarakan pembaruan paradigma dalam pengelolaan sektor kepemudaan.

MHM menilai Kementerian Pemuda dan Olahraga selama ini terlalu terfokus pada agenda-agenda seremonial, khususnya olahraga, dan belum menyentuh kebutuhan nyata generasi muda.

“Kemenpora tidak boleh lagi terjebak dalam pragmatisme sesaat. Banyak kebijakan yang masih mengedepankan titel atau ijazah, bukan kreativitas,” ujar MHM pada Rabu (17/9/2025), 

Ia mengkritik kuatnya dominasi program olahraga yang bersifat seremoni, tanpa adanya strategi jangka panjang untuk memberdayakan Pemuda, termasuk para mantan atlet secara ekonomi.

"Pemuda Indonesia tidak boleh hanya jago membawa bola di lapangan, tapi juga harus dibekali keterampilan untuk masa depan mereka. Terutama mereka yang sudah tidak aktif sebagai atlet," ucapnya.

MHM mengusulkan agar Kemenpora difokuskan tidak hanya pada olahraga, tetapi juga pada pengembangan kapasitas dan ekonomi kreatif pemuda.

“Jika saya ditakdirkan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, saya akan mendorong 60 persen program kementerian untuk mempersiapkan pemuda kreatif nusantara. Termasuk mendampingi para mantan atlet agar bisa membangun ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai tokoh muda dari kalangan santri dan pedesaan, MHM menyoroti ketimpangan akses antara pemuda kota dan desa terhadap program pemerintah.

“Banyak pemuda pedesaan yang punya keunggulan dan bakat luar biasa, tetapi minim akses ke pemerintahan dan ruang untuk improvisasi,” katanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved