Gaya Hidup
Membangun Ruang yang Lebih Sehat melalui Pemilihan Material Bangunan yang Aman
Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat terdistribusi ke berbagai organ, termasuk tulang, ginjal, dan sistem saraf.
Ringkasan Berita:
- Lingkungan bangunan berperan penting bagi kesehatan, termasuk kualitas udara, pencahayaan, dan keamanan material.
- Arsitek tekankan penggunaan material bebas timbal demi keselamatan, terutama bagi anak dan ibu hamil.
- Paparan timbal berbahaya bagi otak anak, organ tubuh, hingga risiko kehamilan.
- Standar cat bebas timbal dan kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan untuk lingkungan sehat
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Arsitek dan Urban Designer di KIND Architects, Adjie Negara mengungkapkan, bahwa setiap ruang yang dibangun tidak hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga menjadi fondasi bagi lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pesatnya pembangunan dan aktivitas renovasi turut menjadikan pemilihan material bangunan sebagai faktor yang semakin relevan dalam mendukung kesehatan jangka panjang, baik di rumah, kantor, sekolah, maupun fasilitas lain misalnya penitipan anak (daycare),” ujarnya, dalam diskusi media yang diselenggarakan oleh Forum NGOBRAS di ABETO, Menteng, Jakarta, disampaikan melalui pesan tertulis, Rabu (8/4/2026)
Penting untuk memilih dan menggunakan material yang bebas dari zat berbahaya seperti timbal, baik untuk dinding, lantai, pipa, maupun cat. Ini krusial untuk menciptakan lingkungan yang dapat mendukung kesehatan dan keselamatan penggunanya, terutama anak-anak yang lebih rentan terhadap paparan zat berbahaya.
Adjie mengingatkan juga bahwa penting untuk melakukan perawatan dan inspeksi rutin pada bangunan maupun fasilitas publik. “Seiring waktu, akibat pengaruh dari faktor usia, cuaca, maupun intensitas penggunaan, kualitas material bangunan bisa mengalami penurunan. Misalnya, cat yang mengelupas atau rusak,” ujarnya.
Hal ini tidak bisa dianggap sepele, terlebih bila cat mengandung timbal. Lapisan cat yang mengandung timbal dapat terdegradasi seiring waktu dan menghasilkan debu yang berpotensi terhirup atau tertelan, terutama oleh kelompok rentan seperti ibu hamil atau anak-anak yang memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut.
Pemantauan secara berkala memungkinkan kerusakan ditemukan secara dini, sehingga bisa segera dilakukan perbaikan, misalnya pengecatan ulang. “Tentu menggunakan material yang aman agar kualitas lingkungan tetap terjaga dan risiko paparan terhadap zat berbahaya dapat diminimalkan,” tandas Adjie.
Arsitek dan pengembang kini semakin mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, keamanan, dan kesejahteraan penghuni ke dalam strategi perancangan bangunan. “Pemilihan material bangunan yang sesuai standar dan aman mencerminkan tanggung jawab profesional sekaligus kepatuhan terhadap standar dan regulasi,” tegasnya.
Bahaya Timbal bagi Kesehatan
Laporan Surveilans Nasional menemukan bahwa 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah di atas 5 µg/dL, berdasarkan pemantauan di enam provinsi, yaitu Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Cat yang mengelupas merupakan salah satu faktor risiko paparan timbal di tingkat rumah tangga. “Cat sebenarnya tidak berbahaya. Namun, kadar timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang,” ujar Prof. Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, M.Sc., Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia.
Timbal (lead) merupakan unsur logam yang secara alami terdapat di lingkungan maupun material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Timbal dikenal sebagai salah satu logam berat yang penggunaannya cukup luas di berbagai sektor industri karena sifatnya yang stabil, mudah dibentuk, dan tahan terhadap korosi,” ujar Prof. Yuni.
Timbal bisa masuk ke tubuh secara tidak sengaja melalui ingesti (tertelan) ataupun terhirup.
Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat terdistribusi ke berbagai organ, termasuk tulang, ginjal, dan sistem saraf.
| Kalg Hadir di WhatsApp, Hitung Kalori Makanan Lokal Jadi Lebih Mudah |
|
|---|
| Barang Mewah Bisa Diuangkan di Store ALLU, Pernah Menang Lelang Tas Hermes Birkin Rp 163 Miliar |
|
|---|
| Cara Baru Atasi Ketombe dan Kembalikan Percaya Diri |
|
|---|
| TV Tak Sekadar Hiburan, Kini Jadi Bagian Dekorasi Rumah Modern |
|
|---|
| Kampanyekan Hidup Sehat di Momentum Ramadan, Manulife Syariah Indonesia Gelar Gerak Berkah di GBK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/NGOBRAS-soal-timbal.jpg)