Gadget
Dikabarkan Smartphone Huawei akan Jual Perusahaannya, Begini Tanggapannya
Huawei membantah akan menjual bisnis smartphone, bahkan akan mengembangkan produk terbaik mereka.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Raksasa teknologi China Huawei pada hari Senin (25/1/2021) membantah laporan yang menyebut bahwa mereka berencana menjual merek smartphone premiumnya sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk menghindari sanksi Amerika Serikat (AS) yang ketat.
"Huawei sama sekali tidak berencana untuk menjual bisnis smartphone nya. Huawei akan terus berusaha untuk membangun merek smartphone kelas atas yang terkemuka di dunia dan mencoba yang terbaik untuk menawarkan pengalaman produk serta layanan yang sangat baik kepada konsumen," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (25/1/2021), tanggapan Huawei ini muncul setelah Reuters melaporkan sebelumnya bahwa perusahaan ini sedang melakukan pembicaraan untuk menjual merek smartphone premiumnya, seri Mate dan P.
Baca juga: Huawei Mate 40 Pro dan Asus Zenfone 7 Pro, Ponsel dengan Kamera Selfie Terbaik Versi DxOMark
Di tengah meningkatnya ketegangan bilateral antara China dan AS, pemerintahan Presiden ke-45 AS Donald Trump telah menambahkan Huawei ke 'daftar entitas' yang diblacklist sejak Mei 2019.
Kebijakan Trump pada dasarnya melarang perusahaan AS melakukan bisnis dengan raksasa teknologi China tersebut tanpa persetujuan pemerintah AS.
Sanksi ini memberikan tantangan serius bagi bisnis ponsel pintar Huawei, karena perusahaan harus berjuang mengamankan pasokan mikroprosesor untuk perangkatnya.
Perlu diketahui, AS selama ini mendominasi industri chipset ponsel pintar.
Baca juga: IDX-IC Mulai Diimplementasikan di BEI, Indeks Lama JASICA Masih Tersedia hingga April 2021
Sebelumnya, Huawei terpaksa menjual merek smartphone Honor pada November tahun lalu.
Setelah menjadi perusahaan independen, merek Honor akhirnya mengumumkan smartphone andalannya yang akan menampilkan mikroprosesor dari MediaTek yang berbasis di Taiwan.
Honor pun mengaku telah menandatangani kesepakatan pasokan dengan raksasa chipset AS Qualcomm pada pekan lalu.
Sementara itu pihak pemerintah China tak mengetahui kabar tersebut dan menolak untuk berkomentar.
Menurut kedua sumber penjualan ini karena Huawei menaruh harapan pada pemerintah AS di bawah kepemimpinan Joe Biden.
Baca juga: Huawei Rilis Kacamata Pintar dan Jam Tangan Pintar, Ini Kecanggihan, Spesifikasi, dan Harganya
Dia dianggap akan mengganti keputusan larangan pada Huawei yang ada sejak Mei 2019 lalu.
Sebagai informasi, laporan IDC menyebutkan shipment seri P dan Mate antara kuartal 3 2019 hingga kuartal 3 2020 senilai US$39,7 miliar
Sebelumnya diberitakan, Perang dagang antara Amerika Serikat dan China semakin memanas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/logo-huawei1.jpg)