Jumat, 17 April 2026

Bom Sarinah

Shasa Kaget Mobilnya Diperiksa Polisi di Ancol

Ini biar ibu berkunjung dengan aman dan nyaman ya bu. Jangan khawatir, ada kami bu

Istimewa
Asap mengepul dari pos polisi di depan Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1/2016) siang, lokasi terjadinya ledakan bom. 

WARTA KOTA, PADEMANGAN - Ada aksinya teror bom yang terjadi di Kawasan Sarinah Thamrim, Menteng, Jakarta Pusat, membuat sejumlah Kepolisian di seluruh wilayah melakukan pengamanan dan pengawasan ketat. Pemandangan itu pun terjadi di Kawasan Wisata Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (14/01/2016).

Pantauan Warta Kota, terpantau sejumlah personel kepolisian dari Polres Kepulauan Seribu melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan pengunjung Taman Impian Jaya Ancol yang hendak berkunjung melalui pintu masuk.

Terhitung ada empat personel yang menggunakan senjata laras panjang yang turut melakukan pemeriksaan kendaraan pengunjung.

"Wah pak? Sampai segininya? Ada apa ya?" ujar seorang wanita yang merupakan pengunjung Ancol saat mobilnya diperiksa polisi.

"Ini biar ibu berkunjung dengan aman dan nyaman ya bu. Jangan khawatir, ada kami bu," kata seorang petugas kepolisian.

Beberapa warga yang datang berkunjung ke Ancol menggunakan mobil, pun kebingungan saat sejumlah polisi menghadang.

"Maaf ibu, saya cek mobilnya ya," kata seorang petugas.

"Perasaan di Ancol gak ada acara apa-apa. Tapi kok pengawasannya sampai seperti ini. Saya gak bawa narkoba kok pak. Gak bawa barang aneh-aneh," ujar wanita yang mengaku bernama Shasha (30) saat mobil Daihatsu Xenia silvernya diperiksa.

Bagian depan, belakang, maupun bagian tengah mobil pun tak luput dari pemeriksaan polisi. Tak hanya isi mobil, barang bawaan pengunjung pun turut diperiksa.

"Di Sarinah Thamrin ada tragedi teror bom bu. Emang ibu gak tahu? Semua polisi di DKI Jakarta bersiaga bu. Jadi mohon maaf ya kami periksa-periksa dulu," tutur salah seorang petugas.

Saat diwawancarai, Shasa yang merupakan warga di Kawasan Grogol, Jakarta Barat tak tahu menahu terkait adanya tragedi bom. Ia mengaku lebih sibuk mengajak tiga anaknya bermain.

"Ya saya habis dari Tangerang, ketemuan sama teman-teman saya dan ngajak anak saya. Saya memang tak tahu sama sekali. Sebab saya sibuk urus proyek usaha pakaian saya. Nah, anak saya merengek mau main di Ancol sampai sore. Saya ajak, dan sampai di sini saya kaget kok polisi banyak amat ya. Mana pake senjata lengkap, ada rompinya segala. Ternyata di Sarinah ada bom? Astaga.. Saya gak tahu," paparnya.

Ia pun berharap, di Taman Impian Jaya Ancol tak turut menjadi lokasi teror para teroris.

"Ya kalau begini ya aman-aman aja ya. Sebab dari gerbang aja polisi udah rame. Bersenjata lengkap pula. Berdoa aja semoga aman deh," ucapnya.

Sementara salah seorang anggota kepolisian dari Polres Kepulauan Seribu, Bripka Yudhis mengaku adanya pengamanan dan pemeriksaan merupakan perintah langsung dari Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP John Weynart Hutagalung. Kegiatan ini, kata dia, mengingat adanya tragedi aksi teror tragis yang terjadi di Kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat.

"Untuk di Gerbang Hailai Ancol, atau pintu masuk ya, ada sekitar 30 personel. Tak hanya di sini, tersebar di seluruh pintu masuk Ancol juga ditaruh beberapa anggota untuk melakukan pemeriksaan. Perintah Kapolres sebisa mungkin untuk menyamankan para pengunjung Ancol, mengingat ada tragedi di sana. Jadi semua harus bersiaga," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved