Transportasi Umum
KAI Ingatkan Pengguna Jalan Waspada di Perlintasan KA Sebidang
KAI mencatat 1.074 kecelakaan di perlintasan sebidang sejak 2023, mayoritas akibat pengendara menerobos saat kereta melintas.
Ringkasan Berita:
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, terutama selama masa liburan.
- KAI mencatat 1.074 kecelakaan terjadi sepanjang 2023 hingga Mei 2026 dengan 370 korban meninggal dunia.
- Sebanyak 88 persen kecelakaan dipicu perilaku menerobos saat kereta akan melintas.
- Untuk menekan risiko, KAI terus menutup perlintasan berbahaya dan mengingatkan pengguna jalan agar selalu memastikan lintasan aman sebelum menyeberang.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajak masyarakat untuk lebih waspada ketika melintasi perlintasan sebidang. Langkah sederhana seperti berhenti sejenak, menengok kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas dapat menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa meningkatnya aktivitas perjalanan selama masa liburan biasanya diikuti dengan kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan, termasuk pada titik-titik perlintasan sebidang.
"Saat liburan, mobilitas masyarakat meningkat dan kondisi jalan raya cenderung lebih padat. Karena itu kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri sebelum melintas. Keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap perjalanan," ujar Anne.
Data KAI menunjukkan bahwa sepanjang periode 2023 hingga 24 Mei 2026 telah terjadi 1.074 kecelakaan di perlintasan sebidang dengan total 964 korban, terdiri dari 370 korban meninggal dunia, 247 korban luka berat, dan 347 korban luka ringan. Sebanyak 80 persen kejadian terjadi di perlintasan yang tidak dijaga, sementara 88 persen kecelakaan dipicu oleh perilaku menerobos saat kereta api akan melintas.
Baca juga: Babak Pertama: Indonesia Unggul 2-0 atas Oman, Hubner dan Ole Romeny Cetak Gol
Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan, KAI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan perlintasan sebidang di seluruh wilayah operasional. Dari total 3.674 perlintasan sebidang yang ada, terdapat 1.810 perlintasan tidak dijaga yang menjadi fokus penanganan keselamatan. Program tersebut mencakup penutupan perlintasan berisiko tinggi dan peningkatan keselamatan pada lokasi yang masih diperlukan untuk mobilitas masyarakat.
Hingga 4 Juni 2026, program penutupan perlintasan sebidang prioritas telah mencapai progres yang signifikan. Dari target 172 lokasi prioritas, sebanyak 118 lokasi telah berhasil ditutup atau mencapai 69 persen dari target nasional. Saat ini masih terdapat 54 lokasi yang menjadi fokus penyelesaian berikutnya.
Capaian tersebut tersebar di berbagai wilayah operasional KAI. Divre I Sumatera Utara telah menyelesaikan seluruh target penutupan sebanyak 39 lokasi, Daop 4 Semarang menyelesaikan 11 lokasi, Divre III Palembang menuntaskan 6 lokasi, sementara Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 6 Yogyakarta, dan Daop 7 Madiun juga telah menyelesaikan seluruh target yang menjadi prioritas di wilayah masing-masing.
Anne menjelaskan bahwa program penutupan perlintasan sebidang merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan antara perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
"Setiap perlintasan yang berhasil ditutup berarti mengurangi satu titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian, serta para pemangku kepentingan untuk mempercepat program ini," jelas Anne.
Selain mengingatkan pengguna jalan, KAI juga mengimbau pelanggan kereta api agar mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih baik selama periode liburan. Kepadatan lalu lintas yang meningkat berpotensi memengaruhi waktu tempuh menuju stasiun keberangkatan.
"Kami mengimbau pelanggan untuk memperkirakan waktu perjalanan dengan lebih cermat dan datang lebih awal ke stasiun. Dengan demikian pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk proses boarding dan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman tanpa terburu-buru," tambah Anne.
KAI kembali mengingatkan bahwa baik terdapat palang pintu maupun tidak, dalam kondisi terbuka maupun tertutup, pengguna jalan tetap wajib berhenti sejenak dan memastikan kondisi lintasan aman sebelum melintas.
"Kereta api memiliki jalur dan prioritas perjalanan yang harus diutamakan. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, lalu melintas dengan aman," tutup Anne.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| KAI Diskon 30 Persen Tiket KA Ekonomi Saat Libur Sekolah, Ini Syaratnya |
|
|---|
| Whoosh Kini Punya Dining Car, Penumpang Bisa Nikmati Kuliner di Atas Kereta Cepat |
|
|---|
| Jelang Libur Panjang, KAI Sosialisasi Keamanan Perjalanan Kereta di Sekolah |
|
|---|
| KAI Daop 1 Jakarta Layani 588.000 Penumpang Selama Libur Panjang Periode 25 Mei-2 Juni 2026 |
|
|---|
| KAI Layani 1,4 Juta Penumpang Selama Libur Panjang Idul Adha 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PEMASANGAN-SPANDUK-PERINGATAN-di-Perlintasan-KA-Liar-Tebet-Jakarta-Selatan.jpg)