Transportasi Umum
Peron Stasiun Bogor Diperpanjang, KAI Siapkan KRL 12 Kereta
Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 dipercepat untuk mendukung operasional KRL 12 kereta di Bogor Line.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang mencatat gate in sebanyak 17.124.802 pelanggan dan gate out sebesar 17.276.284 pelanggan.
Pada periode Januari hingga April 2026, volume gate in telah mencapai 6.140.074 pelanggan dan gate out sebanyak 5.959.832 pelanggan.
Tingginya aktivitas pelanggan tersebut berjalan beriringan dengan intensitas perjalanan Commuter Line yang juga sangat tinggi.
Saat ini terdapat 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan yang dilayani di Stasiun Bogor.
Frekuensi tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas operasional paling tinggi di jaringan Commuter Line Jabodetabek.
Pertumbuhan mobilitas di kawasan Bogor juga mendorong semakin eratnya keterhubungan dengan wilayah di sekitarnya.
Dari Stasiun Bogor, pelanggan kini dapat melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi melalui Stasiun Bogor Paledang yang terhubung melalui skybridge antarstasiun.
Kehadiran fasilitas ini memudahkan perpindahan pelanggan dari Commuter Line menuju KA Pangrango, sekaligus memperkuat integrasi dengan layanan Trans Pakuan dan JR Connexion yang memperluas jangkauan perjalanan masyarakat dari dan menuju kawasan Bogor.
Kemudahan konektivitas tersebut turut tercermin pada peningkatan jumlah pelanggan KA Pangrango yang melayani koridor Bogor–Sukabumi.
Jumlah pelanggan meningkat dari 786.001 pelanggan pada 2023 menjadi 874.789 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 1.109.398 pelanggan pada 2025.
Pada triwulan pertama 2026, layanan ini telah melayani 281.659 pelanggan. Tren pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan mobilitas antara Bogor dan Sukabumi yang ditopang oleh transportasi berbasis rel.
Pertumbuhan pelanggan pada Bogor Line, tingginya aktivitas di Stasiun Bogor, serta meningkatnya konektivitas menuju Sukabumi menjadi dasar bagi KAI untuk terus memperkuat kapasitas layanan pada koridor ini.
Melalui perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8, Stasiun Bogor dipersiapkan untuk mendukung operasional rangkaian SF12 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar dalam satu perjalanan sehingga distribusi pelanggan dapat berjalan lebih optimal, terutama pada jam-jam sibuk.
Selain meningkatkan kapasitas layanan, pengembangan ini juga memperkuat peran Stasiun Bogor sebagai simpul integrasi yang menghubungkan mobilitas perkotaan dengan perjalanan menuju wilayah selatan Jawa Barat.
Selain pekerjaan pada area peron, pengembangan yang dilakukan juga mencakup pembangunan kanopi baru yang terhubung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berpindah jalur maupun menunggu perjalanan.
| Hari Ini Puncak Arus Balik Idul Adha, 41.534 Penumpang KA Tiba di Jakarta |
|
|---|
| Arus Balik Idul Adha, Penumpang Whoosh Bandung-Jakarta Meningkat |
|
|---|
| Gangguan Commuter Line Duri–Tangerang Picu, Penumpang Menumpuk di Stasiun Manggarai |
|
|---|
| KA Bogowonto Makin Diminati, Layani 91.000 Penumpang Awal 2026 |
|
|---|
| Menuju Transportasi Ramah Lingkungan, KAI Terapkan Waste Management Terintegrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Direktur-Utama-KAI-Bobby-Rasyidin-di-Stasiun-Bogor.jpg)