Sabtu, 23 Mei 2026

Transportasi Umum

Menuju Transportasi Ramah Lingkungan, KAI Terapkan Waste Management Terintegrasi

KAI Group mulai uji coba pengelolaan sampah terintegrasi di Stasiun Gambir sebagai langkah menuju transportasi publik ramah lingkungan.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
PENGOLAHAN SAMPAH - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Reska Multi Usaha (KAI Services) memperkuat komitmen keberlanjutan melalui program Waste Management Terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian. Program ini menjadi langkah strategis KAI Group dalam membangun ekosistem transportasi publik yang bersih, modern, dan ramah lingkungan dengan pendekatan ekonomi sirkular. 
Ringkasan Berita:
  • PT KAI (Persero) bersama KAI Services meluncurkan program Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir sebagai pilot project pengelolaan sampah modern berbasis ekonomi sirkular.
  • Program ini mengubah sistem pengelolaan sampah dari pembuangan menjadi pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali.
  • Inisiatif ini menjadi bagian roadmap 2026-2029 untuk menekan emisi karbon, meningkatkan kebersihan stasiun, serta memperluas pengelolaan berkelanjutan di seluruh jaringan KAI Group.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Reska Multi Usaha (KAI Services) memperkuat komitmen keberlanjutan melalui program Waste Management Terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian. Program ini menjadi langkah strategis KAI Group dalam membangun ekosistem transportasi publik yang bersih, modern, dan ramah lingkungan dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Sebagai tahap awal, program ini diujicobakan di Stasiun Gambir, Jakarta, yang dipilih karena merupakan salah satu simpul transportasi dengan tingkat mobilitas penumpang tinggi. Melalui pilot project ini, KAI Group mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi sistem terpadu yang mencakup pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari roadmap pengelolaan sampah KAI Group periode 2026–2029. Saat ini, timbulan sampah di lingkungan KAI Group mencapai sekitar 1.854 ton per tahun atau lebih dari 4,3 ton per hari. Program ini akan difokuskan pada stasiun dengan aktivitas tinggi sebelum diperluas ke seluruh wilayah operasional, termasuk jalur rel kereta api.

Melalui pembangunan fasilitas TPS3R modern, KAI Group menargetkan peningkatan efisiensi pemilahan dari sumber, pengurangan sampah ke TPA, serta pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomis dan energi ramah lingkungan. Sampah organik juga akan diolah menjadi pupuk untuk mendukung operasional dan program penghijauan perusahaan.

Baca juga: Perjalanan KA Jarak Jauh Sudah Normal di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Terdampak Bisa Refund Tiket

Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto mengatakan, program ini merupakan bagian dari transformasi layanan perkeretaapian yang tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

“Program Waste Management Terintegrasi ini merupakan wujud komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Program ini juga diharapkan mendukung pengurangan emisi karbon, peningkatan kualitas lingkungan stasiun, serta menciptakan area layanan publik yang lebih bersih dan nyaman. Pembangunan fasilitas ditargetkan mulai berjalan pada semester II 2026.

Dalam pelaksanaannya, KAI Group juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung sistem monitoring, pencatatan tonase sampah, hingga proses pengolahan yang lebih transparan dan akurat.

Kolaborasi turut dilakukan bersama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup/Dinas Lingkungan Hidup, mitra pengelola lingkungan seperti Enviro, Kepul.id, PT Anak Bangsa Juara, hingga partisipasi masyarakat dan pelanggan kereta api.

Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi KAI Services Benny Rustanto menegaskan, transformasi ini juga bertujuan membangun budaya baru di lingkungan transportasi publik.

“Kami ingin mengajak seluruh pelanggan, pekerja, dan mitra untuk bersama-sama menjaga kebersihan stasiun serta mendukung transportasi yang lebih hijau,” katanya.

Ke depan, program Waste Management Terintegrasi akan diperluas secara bertahap sesuai roadmap 2026–2029, mulai dari stasiun besar hingga wilayah strategis lain di Indonesia, sebagai bagian dari upaya mewujudkan ekosistem transportasi publik yang berkelanjutan.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved