Minggu, 31 Mei 2026

Kebakaran

Rumah Hangus Dilalap Api, Pasutri di Krendang Jakbar Kini Hanya Punya Baju yang Dipakai

Sebanyak 27 rumah hangus terbakar, membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
KEBAKARAN KRENDANG- Rizal (47) salah satu korban kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Krendang Barat, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (29/5/2026) malam.(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, hingga menghanguskan 27 rumah dan membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal.
  • Warga menyebut api cepat membesar karena banyak bangunan berbahan triplek serta adanya usaha konveksi dan sablon di sekitar lokasi.
  • Korban bernama Dewi mengaku hanya sempat menyelamatkan anak-anaknya, sementara dokumen penting dan seluruh isi rumah hangus terbakar.
 

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Krendang Barat, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (29/5/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi para korban.

Sebanyak 27 rumah hangus terbakar, membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.

Jumat (29/5/2026) siang, suasana di lokasi kebakaran masih dipenuhi kepulan aroma hangus sisa kebakaran.

Sejumlah warga terlihat membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Garis polisi terpasang di salah satu rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya api.

Di depan Musala Al Hikmah, posko kesehatan dan bantuan Dinas Sosial berdiri untuk membantu warga terdampak. Di dalam musala, beberapa anak tampak mengikuti trauma healing dengan bernyanyi dan bermain kuis bersama relawan.

Di antara para korban, Dewi (38) tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Rumah kontrakan milik keluarganya hangus tanpa sisa. Ia dan suaminya, Rizal (47), kini hanya memiliki pakaian yang melekat di badan.

Baca juga: Api Berkobar 4 Jam, Gudang Kayu di Pondok Cabe Ilir Tangsel Nyaris Rata dengan Tanah

“Pas habis adzan Isya, orang-orang baru tahu apinya sudah besar. Saya langsung narik anak-anak keluar,” ujar Dewi saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi.

Saat kebakaran terjadi, Dewi tengah berkumpul bersama keluarga. Teriakan warga yang panik membuat mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Meski sempat kembali masuk demi mengambil dokumen penting seperti kartu keluarga, ijazah, dan rapor anak-anak, Dewi tak berhasil menyelamatkan semuanya. Surat tanah dan dokumen rumah ikut dilalap api.

“Balik lagi mau ambil yang kurang, tapi api sudah sampai sini,” katanya lirih.

Api disebut cepat membesar karena bangunan di kawasan tersebut didominasi material triplek. Selain itu, di sekitar lokasi terdapat usaha konveksi dan sablon yang membuat api mudah merambat.

“Triplek semua, plafon juga. Jadi cepat banget apinya,” kata Rizal.

Kebakaran tersebut tidak hanya melanda satu RT, tetapi merembet ke sejumlah wilayah lain, termasuk RT 9, RT 10, RT 12, dan RT 13. Banyak warga kehilangan seluruh harta benda mereka hanya dalam hitungan menit.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved