Berita Jakarta
Strategi Pemprov DKI Siapkan Hadapi Kemarau Panjang 2026
Pemprov DKI siapkan langkah antisipasi kemarau panjang, dari urban farming hingga hemat air.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Pemprov DKI Jakarta menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang 2026 akibat El Nino.
- Strategi meliputi urban farming, pemanfaatan lahan idle, optimalisasi sumber air, hingga teknologi hemat air seperti hidroponik.
- Selain itu, warga diimbau waspada dampak kesehatan seperti ISPA dan dehidrasi, serta membatasi aktivitas luar ruangan di tengah cuaca ekstrem.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kemarau panjang pada 2026.
Upaya ini dilakukan guna menjaga ketahanan pangan di wilayah perkotaan, khususnya bagi para petani kota yang rentan terdampak krisis air.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem tersebut. Sejumlah program pun disiapkan sebagai langkah antisipatif.
Di antaranya adalah menginisiasi gerakan menanam tanaman pangan alternatif sebagai pengganti beras, serta memanfaatkan lahan idle milik Pemprov untuk ditanami komoditas produktif seperti tanaman pangan dan hortikultura.
Selain itu, Pemprov juga mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia, seperti embung, waduk, dan sungai, serta memperkuat jaringan irigasi perkotaan dan sistem drainase.
Pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem juga menjadi bagian dari strategi adaptasi.
“Pemerintah juga memberikan fasilitasi sarana pendukung pertanian untuk membantu petani kota tetap produktif di tengah tantangan iklim,” ujar Hasudungan, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Harga Bright Gas 12 Kg di Jakarta Tembus Rp 240 Ribu per Tabung, Warga Mengeluh Tetapi Tetap Membeli
Dalam menghadapi potensi krisis air, Pemprov DKI Jakarta turut mendorong berbagai inovasi, seperti pemanenan air hujan dan pemanfaatan air buangan dari pendingin udara (AC). Selain itu, revitalisasi serta pembangunan sumur resapan juga terus dilakukan.
Teknologi pertanian perkotaan yang hemat air dan lahan, seperti hidroponik, vertikultur, dan vertiminaponik, juga menjadi solusi yang didorong pemerintah.
Menurut Hasudungan, sistem hidroponik dinilai sangat relevan untuk diterapkan di wilayah perkotaan karena mampu mengoptimalkan penggunaan air.
Dalam sistem ini, air yang telah dicampur nutrisi dialirkan secara presisi ke tanaman sehingga lebih efisien.
“Model hidroponik sangat cocok untuk lahan terbatas dan penggunaan air yang minim, sehingga bisa menjadi jawaban dalam menghadapi kemarau panjang,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa air dari AC dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif bagi tanaman.
Air tersebut dinilai aman karena tidak mengandung klorin dan kloramin, serta memiliki tingkat partikel terlarut (ppm) yang rendah.
Dengan karakteristik tersebut, air AC dinilai cocok digunakan sebagai bahan baku dalam sistem hidroponik karena tidak merusak akar tanaman dan mendukung penyerapan nutrisi secara optimal.
| Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik, Agen di Ciracas Jakarta Timur Sebut Mulai Ditinggalkan Pelanggan |
|
|---|
| Pemkot Jaktim Cek Harga dan Kualitas Pangan di 6 Pasar, Temukan Sayur Berformalin |
|
|---|
| Cek Komoditas Pangan di Pasar Tradisional, Pemkot Jakarta Timur Temukan Sayur Mengandung Formalin |
|
|---|
| Hadiah Kartini untuk Ibu di Jakarta: Toren Air Gratis Jadi Solusi Krisis Air Rumah Tangga |
|
|---|
| Longsor Makan Korban, Pansus DPRD DKI Jakarta Geruduk TPST Bantargebang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PERINGATAN-CUACA-EKSTREM.jpg)