Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jakarta

Soroti Ketimpangan Advokasi, Jagara Gelar Aksi Damai di YLBHI

Aksi damai di Kantor YLBHI soroti dugaan ketimpangan advokasi dan pentingnya kepercayaan publik.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
AKSI DAMAI - Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (Jagara) menggelar aksi damai di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (17/4/2026). Tak sekadar menyuarakan kritik, tetapi juga membawa kegelisahan publik soal keadilan hukum yang dirasakan belum merata. 
Ringkasan Berita:
  • Jaringan Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (Jagara) menggelar aksi damai di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menyuarakan kegelisahan publik terkait ketidakmerataan keadilan hukum.
  • Mereka menyoroti dugaan tebang pilih dalam penanganan kasus serta pentingnya independensi dan transparansi lembaga bantuan hukum.
  • Jagara juga menekankan perlunya advokasi yang merata bagi masyarakat kecil serta penguatan edukasi hukum agar kepercayaan publik tetap terjaga.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (Jagara) menggelar aksi damai di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (17/4/2026).

Tak sekadar menyuarakan kritik, tetapi juga membawa kegelisahan publik soal keadilan hukum yang dirasakan belum merata.

Ketua Umum Jagara, Kahpril Gibran menegaskan kehadiran mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap marwah lembaga bantuan hukum yang selama ini dipercaya publik sebagai pembela masyarakat kecil.

“Kami datang kesini untuk mengingatkan YLBHI yang memiliki posisi penting dalam menjaga keadilan. Karena itu, independensi harus dijaga, jangan sampai tercoreng oleh kepentingan kelompok tertentu saja,” ujar Gibran dalam keterangannya pada Jumat (17/4/2026). 

Ia menyoroti munculnya persepsi di tengah masyarakat bahwa advokasi hukum kerap tidak berjalan secara merata.

Menurutnya, ada kesan bahwa sebagian kasus yang ditangani YLBHI hanya yang mendapat perhatian lebih karena sorotan publik, sementara kasus lain yang tidak viral justru terabaikan.

“Rasa keadilan masyarakat itu sederhana, semua harus diperlakukan sama di hadapan hukum. Ketika ada kesan tebang pilih, kepercayaan publik bisa terkikis,” katanya.

Baca juga: Krisis Air Terjawab, 270 Toren Gratis Disalurkan ke Warga Jakarta Utara

Dalam aksinya, Jagara juga mengajak agar pendekatan advokasi lebih menitikberatkan pada edukasi hukum yang menyejukkan dan menyatukan, bukan sebaliknya. 

“Advokasi seharusnya menjadi ruang mencerdaskan masyarakat. Ketika masyarakat paham hukum, mereka tidak mudah terprovokasi dan tidak mudah dipecah belah,” tegas Gibran. 

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kehadiran nyata lembaga bantuan hukum di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang sering kali tidak memiliki akses terhadap keadilan.

“Masih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan pendampingan hukum secara langsung. Di situlah kehadiran YLBHI sangat dinantikan, bukan hanya kawal kasus-kasus besar saja,” ujarnya.

Jagara juga mendorong agar YLBHI turut konsisten mengawal berbagai kasus besar yang menyita perhatian publik, sehingga rasa keadilan dapat dirasakan secara utuh oleh masyarakat.

"Kami berharap, aksi kami ini menjadi momentum refleksi bersama, bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga hukum adalah aset yang harus dijaga dengan integritas, keterbukaan, dan keberpihakan yang adil kepada seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Tags
YLBHI
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved