Berita Jakarta
Pemprov DKI Siap Bantu Pangan Wilayah Penyangga Hadapi Ancaman El Nino
Pemprov DKI siapkan bantuan dan tambah impor pangan untuk antisipasi dampak El Nino.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan membantu daerah pemasok pangan menghadapi potensi El Nino, termasuk melalui bantuan pompa untuk menjaga produksi.
- Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat stok dengan menambah impor sapi guna mengantisipasi gangguan pasokan.
- BMKG memprediksi peluang El Nino muncul pada paruh kedua 2026, sehingga langkah antisipatif dinilai penting untuk menjaga stabilitas pangan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk turun tangan membantu daerah penghasil pangan menghadapi potensi dampak El Nino pada musim kemarau mendatang.
Langkah ini akan diambil terutama bagi wilayah mitra yang selama ini menjadi penopang pasokan pangan ibu kota.
Pembahasan mengenai antisipasi El Nino disebut sudah dilakukan secara internal.
Fokus utama diarahkan pada upaya menjaga stabilitas produksi di daerah pemasok, mengingat Jakarta masih bergantung pada suplai dari luar untuk komoditas utama seperti beras dan bahan pangan lainnya.
“Tentunya kalau ada persoalan El Nino dan kemudian berdampak pada daerah tersebut, Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan bantuan, salah satunya misalnya pompa dan sebagainya. Kenapa ini dilakukan? Supaya produksinya tetap terjaga,” kata Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD triwulan I 2026 di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Dampak El Nino 2026, Pramono Sebut Ancam Harga Pangan dan Ekonomi Jakarta
Selain mengandalkan produksi dalam negeri, Pemprov DKI juga memperkuat cadangan melalui impor.
Untuk komoditas daging, penambahan pasokan sapi hidup telah disetujui melalui BUMD Dharma Jaya, dengan target impor yang ditingkatkan dari sebelumnya.
“Saya sudah menyetujui Dharma Jaya untuk menambah impor sapi dari Australia yang kemarin sudah mengirim kurang lebih 3.000, kali ini dari 7.500 target saya izinkan untuk segera dimasukkan,” tutur Pramono.
Ia menilai, kesiapan stok di dalam kota menjadi langkah penting guna menghindari gangguan distribusi di kemudian hari.
“Lebih baik stoknya ada di Jakarta daripada kemudian masih harus menunggu di luar,” lanjutnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengungkapkan bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO di kisaran +0,28.
Namun, pada paruh kedua 2026, terdapat peluang 50–80 persen kondisi tersebut berkembang menjadi El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menekankan bahwa musim kemarau dan El Nino adalah dua fenomena yang berbeda, meski dampaknya bisa saling memperkuat jika terjadi bersamaan.
“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu dua fenomena yang berbeda. Kemarau tetap terjadi setiap tahun, tetapi jika El Nino hadir bersamaan, maka kondisi kemarau akan menjadi jauh lebih kering,” ujar Faisal dalam rapat koordinasi di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin 13 April.
Ia mengingatkan pentingnya langkah antisipatif sejak dini, terutama dalam pengelolaan sumber daya air, agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara potensi banjir dan kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. (m27)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| BRIN: Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu Jadi Indikator Buruknya Kualitas Air di Jakarta |
|
|---|
| Pandangan Warga Soal Masifnya Pembasmian Ikan Sapu-sapu di Jakarta |
|
|---|
| Hemat BBM, Pemprov DKI Kembangkan Penggunaan Solar Panel |
|
|---|
| CSA Indonesia Luncurkan Q-SYS Experience Center Pertama di Indonesia |
|
|---|
| Pembasmian Ikan Sapu-sapu Disambut Antusias, Warga Ikut Terjun ke Kali TSI Semanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/FENOMENA-EL-NINO-Gubernur-DKI-Jakarta-Pramono.jpg)