Berita Jakarta
Kenaikan Harga Plastik di Jakarta, Dampak Konflik Timur Tengah Menekan UMKM
Pemprov DKI Jakarta mengakui lonjakan harga plastik kini jadi keluhan serius pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ringkasan Berita:
- Pemprov DKI Jakarta mengakui lonjakan harga plastik kini menjadi keluhan serius para pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman
- Kenaikan harga plastik sangat berdampak langsung pada biaya produksi UMKM
- Lonjakan ini berkaitan erat dengan konflik geopolitik di Timur Tengah yang turut mengganggu rantai pasok global
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui lonjakan harga plastik kini menjadi keluhan serius para pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyampaikan, plastik kemasan merupakan kebutuhan operasional harian yang belum memiliki alternatif pengganti dalam waktu cepat.
Kenaikan harga plastik sangat berdampak langsung pada biaya produksi UMKM.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak akhir Maret 2026 dan berlanjut hingga awal April 2026.
Baca juga: Meroket! Harga Plastik di Pasar Kebayoran Lama Naik hingga 80 Persen Imbas Konflik Timur Tengah
Lonjakan ini berkaitan erat dengan konflik geopolitik di Timur Tengah yang turut mengganggu rantai pasok global.
"Secara umum, kenaikan harga plastik di Jakarta berada pada kisaran 30 hingga 40 persen dan bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang," kata Elisabeth dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Dari hasil temuan di lapangan, seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga di berbagai wilayah Jakarta.
Kantong kresek menjadi yang paling terdampak dengan kenaikan sekitar 40 persen menjadi Rp 17.000 per pak, dengan lonjakan tertinggi di Jakarta Utara.
Baca juga: Harga Plastik dan Kedelai Naik, Pramono Anung Minta Warga Tak Panic Buying
Sementara plastik kemasan makanan dan minuman berbahan PET naik sekitar 35 persen menjadi Rp 22.000 per pak, dengan kenaikan tertinggi di Jakarta Barat.
Plastik jenis PE mengalami kenaikan rata-rata 30 persen menjadi Rp 21.000 per pak, dengan lonjakan signifikan juga terjadi di Jakarta Barat.
Secara kewilayahan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara tercatat sebagai daerah dengan kenaikan harga paling tinggi dibanding wilayah lainnya.
Elisabeth menjelaskan, kenaikan ini dipicu ketergantungan industri plastik nasional terhadap bahan baku impor, terutama dari kawasan Timur Tengah yang merupakan pusat produksi petrokimia dunia.
Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Jakarta Melonjak hingga 50 Persen
Konflik geopolitik di kawasan tersebut, termasuk gangguan jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz, berdampak pada pasokan resin plastik global seperti Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), dan Polystyrene (PS).
"Produk-produk ini adalah bahan dasar utama plastik yang digunakan sehari-hari oleh pelaku usaha, seperti kantong plastik, botol minuman, hingga kemasan makanan," jelasnya.
| Nostalgia Masa Kecil, Rano Karno Sebut Trem akan 'Dihidupkan' Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta |
|
|---|
| Seluruh Operasional Stasiun MRT Jakarta Kembali Normal usai Gangguan Akibat Kendala Pasokan Listrik |
|
|---|
| Fenomena Aldis Burger: Foto Gubernur Jakarta di Tiap Sudut hingga Antrean yang Tak Pernah Putus |
|
|---|
| Semua Petugas PPSU akan Dikumpulkan di Balai Kota Jakarta setelah Skandal Foto AI di Aplikasi JAKI |
|
|---|
| Pastikan Revitalisasi Sesuai Rencana, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KENAIKAN-HARGA-PLASTIK-Suasana-Pasar-Gondangdia-Menteng-Jakarta-Pusat.jpg)