Minggu, 12 April 2026

Berita Jakarta

Kenaikan Harga Plastik di Jakarta, Dampak Konflik Timur Tengah Menekan UMKM

Pemprov DKI Jakarta mengakui lonjakan harga plastik kini jadi keluhan serius pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman.

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
KENAIKAN HARGA PLASTIK - Suasana Pasar Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (2/4/2026). Harga berbagai jenis plastik di Jakarta melonjak hingga 50 persen akibat dampak konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan bahan baku petrokimia. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov DKI Jakarta mengakui lonjakan harga plastik kini menjadi keluhan serius para pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman
  • Kenaikan harga plastik sangat berdampak langsung pada biaya produksi UMKM
  • Lonjakan ini berkaitan erat dengan konflik geopolitik di Timur Tengah yang turut mengganggu rantai pasok global

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui lonjakan harga plastik kini menjadi keluhan serius para pelaku usaha, khususnya sektor makanan dan minuman.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyampaikan, plastik kemasan merupakan kebutuhan operasional harian yang belum memiliki alternatif pengganti dalam waktu cepat.

Kenaikan harga plastik sangat berdampak langsung pada biaya produksi UMKM.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak akhir Maret 2026 dan berlanjut hingga awal April 2026.

Baca juga: Meroket! Harga Plastik di Pasar Kebayoran Lama Naik hingga 80 Persen Imbas Konflik Timur Tengah

Lonjakan ini berkaitan erat dengan konflik geopolitik di Timur Tengah yang turut mengganggu rantai pasok global.

"Secara umum, kenaikan harga plastik di Jakarta berada pada kisaran 30 hingga 40 persen dan bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang," kata Elisabeth dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Dari hasil temuan di lapangan, seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga di berbagai wilayah Jakarta. 

Kantong kresek menjadi yang paling terdampak dengan kenaikan sekitar 40 persen menjadi Rp 17.000 per pak, dengan lonjakan tertinggi di Jakarta Utara.

Baca juga: Harga Plastik dan Kedelai Naik, Pramono Anung Minta Warga Tak Panic Buying

Sementara plastik kemasan makanan dan minuman berbahan PET naik sekitar 35 persen menjadi Rp 22.000 per pak, dengan kenaikan tertinggi di Jakarta Barat.

Plastik jenis PE mengalami kenaikan rata-rata 30 persen menjadi Rp 21.000 per pak, dengan lonjakan signifikan juga terjadi di Jakarta Barat.

Secara kewilayahan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara tercatat sebagai daerah dengan kenaikan harga paling tinggi dibanding wilayah lainnya.

Elisabeth menjelaskan, kenaikan ini dipicu ketergantungan industri plastik nasional terhadap bahan baku impor, terutama dari kawasan Timur Tengah yang merupakan pusat produksi petrokimia dunia.

Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Jakarta Melonjak hingga 50 Persen

Konflik geopolitik di kawasan tersebut, termasuk gangguan jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz, berdampak pada pasokan resin plastik global seperti Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), Polyethylene Terephthalate (PET), dan Polystyrene (PS).

"Produk-produk ini adalah bahan dasar utama plastik yang digunakan sehari-hari oleh pelaku usaha, seperti kantong plastik, botol minuman, hingga kemasan makanan," jelasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved