Selasa, 2 Juni 2026

Berita Jakarta

Harga Plastik dan Kedelai Naik, Pramono Anung Minta Warga Tak Panic Buying

Harga plastik dan kedelai naik di Jakarta. Pramono Anung pastikan inflasi terkendali dan stok aman, warga diminta tak panic buying.

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
TANGGAPAN - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026) menanggapi viralnya manipulasi laporan warga di aplikasi JAKI diunggah dengan teknologi AI.(Foto: Yolanda Putri Dewanti) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kenaikan harga plastik dan kedelai mulai dirasakan warga Jakarta. Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan inflasi tetap terkendali dan meminta masyarakat tidak panik.

Saat ditemui di kawasan Kemayoran, Senin (6/4/2026), Pramono mengakui adanya kenaikan pada beberapa komoditas. Meski demikian, ia memastikan laju inflasi di Jakarta masih dalam kondisi terkendali.

“Memang ada kenaikan di beberapa komoditas, tapi inflasi di Jakarta hingga saat ini masih terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena ketersediaan bahan pokok di ibu kota masih dalam kondisi aman.

“Sehingga dengan demikian tidak perlu panic buying, karena semua kebutuhan utama itu stoknya lebih dari cukup,” tambahnya.

Baca juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Jakarta Melonjak hingga 50 Persen

Warga mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang berdampak pada naiknya harga tahu dan tempe.

Selain itu, harga plastik di pasaran juga dilaporkan mengalami kenaikan yang diduga dipengaruhi dinamika global.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Pramono, terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok guna memastikan stabilitas pasokan serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

Harga Bahan Baku Plasti Melonjak 50 Persen

Sebelumnya diberitakan, harga berbagai jenis plastik di Jakarta mengalami lonjakan tajam dalam beberapa waktu terakhir. 

Kenaikannya tidak tanggung-tanggung, sejumlah produk bahkan melonjak hingga hampir 50 persen atau lebih.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada industri petrokimia global. 

Seperti diketahui, bahan baku biji plastik merupakan turunan dari minyak bumi, sehingga gejolak harga energi ikut memicu kenaikan di tingkat pasar.

Pantauan Wartakotalive.com di Toko Plastik Pasar Gondangdia, Jakarta, Kamis (2/4/2026) menunjukkan hampir semua jenis plastik mengalami penyesuaian harga.

Baca juga: Efek Perang Timur Tengah, Harga Plastik di Retail Naik 50 Persen

Dampaknya langsung terasa pada daya beli konsumen yang kini cenderung melemah.

“Yang biasanya beli satu kilogram, sekarang jadi setengah kilogram,” ujar Fuada saat ditemui di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved