Berita Jakarta
FSGI Desak Evaluasi Total Program MBG, Kasus Keracunan Makanan sebagai Alarm Kegagalan Sistem
FSGI prihatin atas kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa 72 siswa SD dan SMA di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ringkasan Berita:
- Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyampaikan keprihatinan atas kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa 72 siswa SD dan SMA di Pondok Kelapa, Jakarta Timur
- Para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa spageti yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
- Kejadian tersebut bukan sekadar insiden tunggal, melainkan indikasi adanya persoalan mendasar dalam pelaksanaan program MBG
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyampaikan keprihatinan atas kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa 72 siswa SD dan SMA di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa spageti yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Dewan Pakar FSGI serta Pemerhati Anak dan Pendidikan, Retno Listyarti, menilai kejadian tersebut bukan sekadar insiden tunggal, melainkan indikasi adanya persoalan mendasar dalam pelaksanaan program MBG.
Menurut FSGI, pemerintah selama ini cenderung menonjolkan capaian angka sebagai indikator keberhasilan program, namun kurang mendalami analisis ketika terjadi kasus keracunan.
Baca juga: BGN Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG yang Dialami Puluhan Siswa di Pondok Kelapa Jakarta Timur
Padahal, meningkatnya jumlah korban justru menjadi sinyal adanya masalah serius yang belum tertangani secara menyeluruh.
FSGI menilai kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat program MBG menyasar kelompok rentan seperti anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program yang seharusnya meningkatkan kualitas gizi justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dalam skala besar.
"Jika kasus keracunan terjadi berulang dan melibatkan ribuan orang, ini menunjukkan masalah dalam pengawasan, kualitas bahan makanan, kebersihan, hingga distribusi," kata Retno saat dihubungi, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: Santap Spageti, Ratusan Siswa di Duren Sawit Jakarta Timur Diduga Keracunan Menu MBG
FSGI menegaskan, evaluasi tidak boleh berhenti pada perbandingan angka bulanan semata.
Tren peningkatan rata-rata korban menjadi indikator penting bahwa persoalan mendasar belum terselesaikan.
Oleh karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) diminta melakukan evaluasi total serta membangun sistem pencegahan yang menyeluruh.
Selain itu, FSGI juga menekankan, penanganan tidak cukup hanya dengan menanggung biaya pengobatan korban.
Baca juga: Mahfud MD Soroti MBG: Ada Kasus Lele Mentah dan Potensi Korupsi, Pemerintah Diminta Evaluasi
Pemerintah perlu memastikan adanya perbaikan sistem yang konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang.
"Program yang menyangkut makanan dan kesehatan tidak boleh dijalankan setengah hati, setiap korban adalah bukti adanya celah dalam sistem," katanya.
Evaluasi MBG
program MBG
keracunan MBG
MBG
makanan MBG
Siswa keracunan MBG
keracunan MBG di Jakarta
Federasi Serikat Guru Indonesia
| Bocah 6 Tahun Diduga Jadi Korban Perundungan hingga Tersengat Listrik di Taman Kramat Pulo Jakpus |
|
|---|
| Kabar Baik Jelang HUT Jakarta, Biaya Tambah Daya Listrik Dipangkas 50 Persen |
|
|---|
| Dari Kantor ke Ruang Hijau, Karyawan Ikut Aksi Penanaman Pohon di Jakarta Barat |
|
|---|
| HUT ke-499 Jakarta, Pramono Gratiskan Seluruh Transportasi Umum ke Sejumlah Tempat Wisata |
|
|---|
| Puslabfor Polri Olah TKP Ledakan di Cilandak Jaksel yang Melukai 2 Orang, Bawa Mesin Bor dari Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KERACUNAN-MASSAL-MBG-Foto-merupakan-ilustrasi-makanan-gratis.jpg)