Kamis, 7 Mei 2026

Berita Jakarta

Cegah Pencurian Motor, Warga Gandaria Utara Jaksel Pasang Gerbang Akses Digital di Pintu Masuk Gang

Warga Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memasang tiga gerbang berbasis akses digital di sejumlah pintu masuk gang.

Tayang:
Warta Kota/Miftahul Munir
GERBANG RFID - Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri sedang gunting pita e-Gate 11 si RT 11/07 Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Gandaria, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026). Gerbang ini diyakini dapat meminimalisir aksi pencurian sepeda motor di lingkungan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Warga RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, memasang tiga gerbang berbasis akses digital di sejumlah pintu masuk gang
  • Setiap gerbang dilengkapi alat tap kartu yang hanya bisa digunakan warga terdaftar
  • Warga berharap kombinasi pembatasan akses itu dapat menekan risiko pencurian kendaraan di kawasan permukiman padat tersebut

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Upaya menjaga keamanan lingkungan dilakukan warga RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan cara yang tidak biasa.

Mereka memasang tiga gerbang berbasis akses digital di sejumlah pintu masuk gang permukiman untuk membatasi keluar-masuk orang pada jam tertentu.

Ketua RT 11, Imam Basori, atau yang akrab dipanggil Ibas, mengatakan, sistem ini diterapkan sebagai respons atas kekhawatiran warga terhadap pencurian sepeda motor yang sempat terjadi di sekitar wilayah tersebut.

Baca juga: 2 Pelaku Pencurian Motor Ditangkap Korbannya setelah Beraksi di Cipayung Kota Depok Jawa Barat

Setiap gerbang dilengkapi alat tap kartu yang hanya bisa digunakan warga terdaftar.

Kartu akses dibagikan per kartu keluarga (KK), sehingga satu keluarga memiliki satu kartu untuk digunakan saat melintas, khususnya setelah pukul 00.00 WIB.

Ibas menjelaskan, biaya pemasangan satu gerbang relatif terjangkau karena dikerjakan secara mandiri.

Baca juga: Pencurian Motor di Cipete Utara Jaksel, Pelarian Pelaku Berujung di Gang Buntu hingga Dihakimi Warga

"Biaya yang kami keluarkan dari alat untuk tap itu Rp 800.000, total semuanya habis Rp 1,2 juta," kata Ibas, Rabu (4/3/2026).

Biaya tersebut berasal dari dana operasional RT yang diberikan pemerintah serta kontribusi sukarela warga.

Tidak ada pihak ketiga atau kontraktor yang dilibatkan dalam proses pemasangan.

Baca juga: Residivis Pencurian Motor, 2 Pelaku Penembak Hansip di Cakung Jakarta Timur Baru Bebas dari Penjara

"Kami menggergaji hingga memotong sendiri, ngelas juga sendiri, semuanya tidak menggunakan vendor atau jasa kontraktor khusus yang profesional," ucap Ibas.

Gerbang-gerbang itu mulai dioperasikan setelah diresmikan pada Minggu (1/3/2026).

Menurut Ibas, sejumlah pengurus RT di wilayah sekitar mulai menunjukkan minat untuk menerapkan sistem serupa setelah mengetahui biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar.

Baca juga: Pencurian Motor di Kebon Jeruk dan Kembangan Jakbar, Pelaku Diduga Bersenpi Gasak 4 Motor

Ia membuka peluang kerjasama antarRT agar akses di perbatasan gang bisa terhubung dan pengawasan lebih maksimal.

Ibas menyebut, beberapa kali terjadi percobaan pencurian sepeda motor di lingkungannya, sementara kasus pencurian juga sempat menimpa wilayah RT tetangga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved