Jumat, 10 April 2026

Berita Jakarta

Warga Grogol Selatan Protes Pembangunan Lapangan Padel, Ini Penyebabnya

Warga Kebayoran Lama protes pembangunan lapangan padel karena kebisingan, kotor, dan risiko keselamatan kerja.

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
PROTES WARGA - Ilustrasi. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Jalan Raya Kebayoran Lama, Grogol Selatan, Jakarta Selatan, memprotes pembangunan lapangan padel yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan. 
  • Keluhan datang dari RT 010, 011, dan 013 RW 001 terkait kebisingan proyek, tanah merah yang mengotori lingkungan, serta risiko keselamatan kerja, termasuk insiden besi las jatuh. 
  • Sementara itu, perizinan proyek di Sudin Citata Jakarta Selatan sedang diproses dan diperkirakan PBG akan terbit minggu ini.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pembangunan lapangan padel di Jalan Raya Kebayoran Lama, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diprotes warga.

Alasannya, pembangunan lapangan padel dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan lingkungan sekitar.

Protes warga tersebut dibenarkan Lurah Grogol Selatan, Ahmed Garibaldi.

Dirinya menyampaikan, protes warga yang berasal dari RT 010, 011, dan 013 RW 001 itu sudah dilayangkan pada beberapa waktu lalu.

“Iya kemarin komplain tuh,” kata Ahmed dikutip dari Kompas.com pada Senin (2/2/2026). 

Dibeberkannya, warga menyoroti kebisingan proyek, persoalan kebersihan, hingga risiko keselamatan selama proses konstruksi berlangsung.

Warga menyebut pengerjaan konstruksi menimbulkan suara bising hingga malam hari. 

Selain itu, tanah merah dari proyek disebut tumpah dan mengotori lingkungan serta jalan sekitar permukiman.

Warga juga mengeluhkan aspek keselamatan kerja.

Proyek disebut dikerjakan tanpa pelindung yang memadai, bahkan sempat terjadi insiden besi las jatuh dan nyaris mengenai warga.

Namun, Ahmed menyebut, keluhan yang diterimanya sejauh ini lebih menyoroti persoalan keselamatan kerja, bukan soal kebisingan.

“Oh, enggak sih. Sebenernya kemarin tuh katanya yang melakukan pekerjaan di situ, itu mengabaikan faktor keselamatan kota pak RW. Cuman saya juga belum monitor,” ujar Ahmed.

Baca juga: DPRD Karawang Dorong Normalisasi Citarum dan Perbaikan Drainase

Terkait kemungkinan mediasi antara warga dan pemilik bangunan, Ahmed mengatakan belum ada informasi lebih lanjut yang masuk ke kelurahan.

“Nah, kalau yang terkait warga malah, saya belum dapat info nih. Kalau kemarin Pak RW nanyain ke Pak Sekel terkait izin doang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah meminta pemilik bangunan untuk berkoordinasi dengan pengurus wilayah dan instansi terkait.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved