Cuaca Ekstrem
Pemprov Jakarta Takut Banjir, Kerahkan 1.187 Pompa dan 3.908 Pasukan Biru Hadapi Cuaca Ekstrem
Pemprov Jakarta tampaknya khawatir menghadap cuaca ekstrem ini, sebab berpotensi banjir di mana-mana, maka perlu persiapan.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Memasuki musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat seluruh langkah mitigasi menghadapi potensi banjir imbas cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menegaskan bahwa seluruh jajaran SDA telah berada dalam kesiapsiagaan penuh.
“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” ucap Ika dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).
Ika mengatakan, Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan pompa mobile agar dapat bekerja maksimal dalam menghadapi kemungkinan genangan. Hingga 15 November 2025, tercatat:
Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah
- 560 unit pompa stasioner di 191 lokasi,
- 627 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi.
Pompa mobile difungsikan untuk menjangkau titik-titik genangan yang tidak terlayani pompa stasioner.
Selain itu, pemeliharaan badan air dilakukan secara masif untuk memastikan kapasitas tampung dan aliran air tetap optimal.
Dinas SDA telah melakukan pengerukan di sungai/kali serta waduk/situ/embung dengan total volume 756.000 m⊃3;, tersebar di 1.876 titik pengerukan:
- 786 titik di Jakarta Timur
- 290 titik di Jakarta Barat
- 546 titik di Jakarta Utara
- 93 titik di Jakarta Selatan
- 161 titik di Jakarta Pusat
Baca juga: Hadapi Bencana hingga Pohon Tumbang saat Cuaca Ekstrem di Jakarta, Ini yang Dilakukan Pemkot Jaktim
Untuk mendukung pengerukan, SDA mengoperasikan 258 unit alat berat excavator dan 449 unit dump truck.
Upaya tersebut juga disertai penerapan Nature-Based Solutions (NBS) dalam pembangunan sejumlah waduk/situ/embung.
Untuk kawasan pesisir, penanganan banjir rob dilakukan melalui penyiagaan pompa stasioner, pompa mobile, serta pintu air oleh Suku Dinas SDA Jakarta Utara.
Rumah pompa dan pintu air yang disiagakan mencakup:
Tak hanya itu, sebanyak 3.908 personel Pasukan Biru turut disiagakan guna memantau kondisi lapangan, memastikan kelancaran aliran air, serta bertindak cepat jika terjadi genangan atau banjir rob.
Ika mengatakan, serangkaian langkah mitigasi ini diharapkan dapat menekan dampak banjir akibat cuaca ekstrem serta menjaga aktivitas warga tetap berlangsung aman.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, terutama di wilayah rawan.
| Cuaca Ekstrem 29 April–3 Mei, BPBD DKI Jakarta Minta Warga Waspada |
|
|---|
| BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Februari, Ancaman Serius bagi Pelayaran dan Penerbangan |
|
|---|
| Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan Pompa Banjir |
|
|---|
| BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Saat Nataru, Ini Wilayah Terdampak |
|
|---|
| Hati-hati! Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Rilis Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat Minggu Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mitigasi-banjir1.jpg)