Demo

Stasiun MRT Jakarta Ikut Dirusak Massa Aksi, Pengelola Sebut Ada Penjarahan hingga Perusakan CCTV

Kekacauan aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah di Jakarta berbuntut pada perusakan sejumlah fasilitas umum (fasum).

|
Warta Kota/Nuri Yatul
DIRUSAK MASSA AKSI - Pelaksana Tugas Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengatakan, lima pintu masuk MRT Istora Mandiri mengalami kerusakan parah, terutama di bagian dinding-dinding kaca. Ditambah lagi aksi vandalisme dan sejumlah penjarahan yang ditemukan setelah petugas melakukan pembersihan area sejak Sabtu (30/8/2025) pagi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kekacauan aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah di Jakarta berbuntut pada perusakan sejumlah fasilitas umum (fasum).

Salah satu fasum yang dirusak adalah Stasiun MRT Jakarta di Istora Mandiri, Senayan, Jakarta Pusat.

Pelaksana Tugas Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengatakan, lima pintu masuk MRT Istora Mandiri mengalami kerusakan parah, terutama di bagian dinding-dinding kaca.

Baca juga: Jejak Amuk Massa, Tol Dalam Kota, Halte Transjakarta, hingga MRT Rusak Parah dan Terbakar

Ditambah lagi aksi vandalisme dan sejumlah penjarahan yang ditemukan setelah petugas melakukan pembersihan area sejak Sabtu (30/8/2025) pagi.

"Ada penjarahan pada vending machine dan perusakan fasilitas CCTV," kata Ahmad Pratomo di MRT Istora Mandiri, Sabtu siang.

"CCTV dari entrance (pintu masuk) stasiun yang menghadap ke jalan, maupun CCTV yang berada di level concourse, atau satu level di bawah level permukaan jalan," lanjutnya.

Baca juga: HUT ke-498 Jakarta, MRT Jakarta Gandeng Basarnas Tingkatkan Kemampuan Tanggap Darurat

Ahmad Pratomo menyatakan, pihaknya belum mendeteksi estimasi kerugian yang ditimbulkan akibat kerusuhan ini, sebab masih dalam pendataan.

"Kami masih dalam tahap inventory share, apa-apa saja secara detail yang terkena dampak dan nilai-nilainya," katanya.

"Kami juga melakukan pemetaan mana yang harus segera diganti, atau dipulihkan untuk mendukung layanan operasi MRT Jakarta," jelas Ahmad Pratomo.

Baca juga: Masih Ada Demo, Layanan KRL Commuter Line Berjalan Normal dan Stasiun-stasiun dalam Keadaan Kondusif

Sejauh ini MRT Jakarta bisa melayani penumpang sebanyak 115.000 orang dalam sehari.

Dengan adanya insiden ini dan momen akhir pekan, jumlah penumpang akan mengalami penurunan.

Ahmad menyampaikan, pihaknya belum memutuskan apakah akan mengambil langkah hukum atau tidak.

Baca juga: Kondisi Polres Metro Jakarta Timur setelah Dibakar, Berantakan hingga Tidak Ada Polisi yang Berjaga

Sebab prioritasnya saat ini adalah memulihkan layanan.

Sebelumnya diberitakan, Stasiun MRT Istora Mandiri menjadi sasaran massa yang bergerak melakukan unjuk rasa di seputaran area Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025) malam.

Akibatnya, lima pintu masuk MRT Istora Mandiri tidak hancur, baik kaca maupun pintu masuknya.

Baca juga: Warga Datang Lagi ke Gedung DPRD Makassar yang Hangus Dibakar Massa Aksi, Ini yang Mereka Lakukan

Namun banyak coretan vandalisme bertebaran di banyak titik stasiun.

CCTV yang berada di depan pintu masuk juga mengalami kerusakan akibat ulah massa. (m40)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved