Demo
Keputusan Pramono tak Cabut KJP dan KJMU Buat Pelajar dan Mahasiswa yang Ikut Demo Tuai Pujian
Gubernur DKI Jakaeta Pramono Anung tegas, tak mencabut KJP dan KJMU buat pelajar dan mahasiswa yang ikut demo.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tidak akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang ikut berunjuk rasa.
Mahasiswa bisa mendapatkan KJP Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) jika memenuhi persyaratan tertentu, yaitu sebagai mahasiswa aktif dari keluarga tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik yang baik, serta memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) DKI Jakarta dan berdomisili di Jakarta.
KJMU adalah program Pemprov DKI Jakarta untuk biaya pendidikan tinggi, dengan dana yang ditransfer langsung ke kampus dan uang saku mahasiswa, sedangkan KJP Plus adalah untuk jenjang sekolah dari SD hingga SMA/SMK.
Baca juga: Dampak Amuk Massa, Polres Metro Jaktim Kosong, Warga Khawatir Penjarahan
Ketua FPPJ Endriansyah menilai keputusan itu mencerminkan kepemimpinan yang berpihak pada masa depan generasi muda.
"Kami mengapresiasi kebijakan Gubernur Pram. Sikap ini menunjukkan kepemimpinan yang mengedepankan pendidikan dan masa depan generasi muda. Beliau menyadari bahwa pelajar adalah aset bangsa yang harus dirangkul, bukan dihukum," kata Endriansyah dari keterangannya pada Sabtu (30/8/2025).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan sinyal positif bahwa pemerintah provinsi percaya pada niat baik para pelajar dan mendorong mereka untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih terorganisir dan damai.
Menyikapi situasi yang kerap memanas dalam aksi unjuk rasa, Endriansyah mengajak seluruh pemuda Jakarta menyebarkan pesan damai dan menolak anarkisme.
Baca juga: Joko Anwar Miris Lihat Anggota DPR RI Joget di Tengah Penderitaan Rakyat
"Aksi unjuk rasa boleh dilakukan, namun tidak dengan cara merusak atau, lebih parah lagi, menghilangkan nyawa. Mari kita tunjukkan bahwa pemuda Jakarta adalah pelopor persatuan, bukan pemecah belah. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah," katanya.
FPPJ juga mengimbau semua pihak, baik demonstran, aparat keamanan, maupun masyarakat luas, untuk menahan diri dan mengedepankan dialog.
"Sudah saatnya kita kembali pada esensi musyawarah. Mari kita duduk bersama, bicarakan perbedaan dengan kepala dingin, dan selesaikan semua masalah dengan cara-cara yang beradab," tutup Endriansyah.
Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik pelajar yang ikut dalam aksi unjuk rasa.
Keputusan itu, kata Pramono, diambil demi menjaga hak pendidikan generasi muda.
“Jadi urusan KJP itu kewenangan sepenuhnya pemerintah Jakarta. Dan dalam hal ini tidak ada keinginan kami untuk mencabut KJP,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09
Dampak Amuk Massa, Polres Metro Jaktim Kosong, Warga Khawatir Penjarahan |
![]() |
---|
Jejak Amuk Massa, Tol Dalam Kota, Halte Transjakarta, hingga MRT Rusak Parah dan Terbakar |
![]() |
---|
Mako Brimob Kelapa Dua Depok Sulit Dijebol, Massa Bakar Pospol Lantas Polsek Cimanggis |
![]() |
---|
Amuk Massa Meluas, Bunga Citra Lestari Batalkan Job Manggung, Andovi Da Lopez: Artis Jangan Diam aja |
![]() |
---|
Massa Gempur Mako Brimob Kelapa Dua Depok Pagi Ini, Polisi Balas Lewat Tembakan Gas Air Mata |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.