Demonstrasi

'Perang' Pendemo Vs Polisi Makin Mencekam, Saling Serang Gas Air Mata dengan Kembang Api

Tembakan gas air mata terus terdengar dari aparat kepolisian demi membubarkan massa aksi yang disinyalir sebagai kelompok anarko.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Miftahul Munir
RUSUH - Pihak kepolisian masih bertahan dengan kendaraan taktis dan personel Brimob yang membawa gas air mata, Kamis (28/8/2025) malam. 

Mereka melempari batu, kayu, hingga petasan silih berganti ke arah pasukan polisi bertameng.

Berjalan 5 menit, massa tersebut lantas mendapat tambahan pasukan dari sejumlah orang yang merangsek masuk lewat rel kereta yang mengarah langsung ke Stasiun Palmerah.

Banyaknya massa membuat polisi akhirnya menerjunkan dua unit kendaraan taktis untuk menghalau pergerakan massa.

Bahkan, saat petasan sudah secara intens diletupkan, polisi lantas menyemprotkan water cannon hingga meletupkan gas air mata yang membuat banyak warga marah.

Pasalnya, ada banyak warga yang menonton kericuhan ini dari atas flyover Slipi.

Mereka bahkan turut mengompori massa dengan bahasa kekesalannya terhadap pemerintah saat ini.

"Maju terus maju, hidup demokrasi!," ujar warga sembari memvideokan.

Saat gas air mata pecah, mereka lantas maju ke jajaran Brimob yang berada di lokasi. Mereka mengeluh perih lantaran turut terkena imbas gas tersebut.

"Kami cuma nonton, kenapa dipecahin gas air matanya?," seru salah satu pendemo. 

Dua orang terluka

Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Suasana yang semula dipenuhi orasi mahasiswa dan serikat buruh mendadak berubah tegang ketika barisan massa dan aparat keamanan saling berhadapan.

Pantauan di lapangan, kepulan gas air mata membubung di udara setelah polisi melepaskan tembakan ke arah kerumunan.

Massa yang berada di barisan depan tampak berlarian mencari perlindungan. Di tengah kekacauan itu, satu orang demonstran mengalami luka di bagian kepala.

Belum diketahui pasti penyebab luka tersebut, namun korban segera dievakuasi oleh rekan-rekannya ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved