Berita Jakarta
Tak Hanya ITCS Berbasis AI, Pemprov DKI Harus Benahi Penyempitan Jalan dan Transum
Tak Hanya ITCS Berbasis AI, Fatih Ingatkan DKI Benahi Penyempitan Jalan dan Transportasi Umum
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator DKI Jakarta menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang sedang mengembangkan Intelligent Traffic Control System (ITCS) atau Sistem Kontrol Lalu Lintas Pintar berbasis kecerdasan buatan (AI).
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih.
Pengawas pemerintah daerah itu menilai, penerapan sistem tersebut bisa memperbaiki manajemen lalu lintas Ibu Kota yang selama ini masih menghadapi masalah di banyak persimpangan.
“Selama ini kita tahu banyak lampu merah yang ‘bodoh’, jalur kosong justru lampu warna hijaunya lama sementara jalur yang padat hanya sebentar. Itu menjadi salah satu faktor yang memperparah kemacetan,” kata Al Fatih dari keterangannya pada Kamis (28/8/2025).
Pemprov DKI diketahui sudah menerapkan ITCS di 65 titik persimpangan dari total 321 titik yang ada di Jakarta.
Berdasarkan evaluasi, sistem ini mampu menurunkan waktu tunggu kendaraan hingga 15-20 persen.
Namun demikian, Al Fatih menegaskan bahwa kemacetan Jakarta bukan hanya soal lampu merah.
Baca juga: Dokter Tifa Temui Orang Dalam, Ungkap Perintah untuk Penjarakan Akademisi
Baca juga: Jadi Zona Perang, Hindari Kawasan DPR hingga Simpang Palmerah Sore Ini
Faktor lain yang tak kalah penting adalah banyaknya titik penyempitan jalan (bottle neck road) yang membuat arus lalu lintas menumpuk di ruas-ruas tertentu.
“Untuk itu, solusi yang lebih komprehensif perlu dipikirkan, salah satunya menciptakan transportasi umum yang masal, modern, dan nyaman,” ucap Wakil Sekretaris II Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ini.
Menurutnya, keberadaan transportasi publik yang layak akan menjadi kunci utama menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Jika masyarakat merasa nyaman, minat untuk beralih ke transportasi umum akan meningkat secara signifikan.
“Kalau masyarakat merasa nyaman, tentu minat beralih ke transportasi umum akan meningkat, sehingga volume kendaraan pribadi di jalan khususnya di ruas-ruas sibuk bisa berkurang signifikan,” katanya.
Lebih lanjut, Al Fatih menilai bahwa inovasi ITCS harus menjadi pintu masuk menuju perencanaan transportasi publik yang lebih serius.
Pemprov DKI, ujarnya, perlu memastikan langkah ini terintegrasi dengan kebijakan lain, termasuk pengembangan MRT, LRT, BRT, hingga revitalisasi bus kota.
Dengan langkah komprehensif, Al Fatih optimistis Jakarta dapat keluar dari daftar kota termacet dunia sebagaimana dilaporkan TomTom Traffic Index 2025.
Datangi Bareskrim Polri, Ridwan Kamil Jalani Pemeriksaan Tambahan setelah Hasil Tes DNA Diumumkan |
![]() |
---|
Fasilitas Umum di Jakarta Rusak Akibat Demo di DPR, Pramono: Segera Kami Perbaiki |
![]() |
---|
276 Pelajar Dicegat Polisi Saat Hendak Ikut Demo Buruh di DPR, Ada yang Kedapatan Bawa Panah |
![]() |
---|
Pramono Anung Cari Cara Urai Macet di Jalan TB Simatupang Tanpa Alih Fungsi Trotoar |
![]() |
---|
Tingkatkan PHBS, Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Deklarasi STBM |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.