Rabu, 20 Mei 2026

Berita Depok

DPRD Depok Bahas LKPJ 2025, Soroti Efektivitas Program

DPRD Depok akan bentuk pansus usai terima LKPJ 2025. Evaluasi difokuskan pada efektivitas program pemerintah.

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy
LKPJ KOTA DEPOK - Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna menyerahkan berkas Pokir DPRD tahun 2027 kepada Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah (pakai songkok) dalam rapat paripurna, Jumat (27/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menyampaikan LKPJ 2025 di DPRD.
  • Ketua DPRD Ade Supriyatna menyebut dewan akan membentuk pansus untuk mengkaji dan memberi rekomendasi.
  • Evaluasi difokuskan pada efektivitas dan efisiensi program, termasuk menghindari pengulangan kegiatan yang dinilai tidak berdampak.

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Depok Tahun 2025.

LKPJ tersebut disampaikan dalam rapat parpurna di Gedung DPRD Kota Depok pada Jumat (27/3/2026).

Setelah menerima LKPJ, DPRD Kota Depok akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas dan memberikan rekomendasi.

Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna menjelaskan, dewan memiliki wewenang untuk memberikan rekomendasi atas program-program pemerintah daerah.

“Kalau LKPJ enggak ada terima atau enggak, LPJ yang ada. Kalau LKPJ rekomendasi aja,” kata Ade, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Ketua DPRD Depok Dorong Pemkot Aktifkan Kembali Program UHC

Menurut Ade, DPRD akan melihat isi yang terkandung dalam LKPJ tersebut apakah bicara tentang efisiensi dan efektivitas atau tidak.

“Jadi pilihan-pilihan program atau kebijakan yang kira-kira bisa menyelesaikan permasalahan, meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Jika program pemerintah daerah tidak efektif dan efisien, makan DPRD akan merekomendasikan untuk diganti.

“Jadi jangan diulang-ulang, ini kan kebiasaan mungkin Dinas 'copy-paste' kegiatan tahun anggaran ini diulang lagi tahun depan,” ungkapnya. 

“Nah, kalau misalnya kita anggap itu enggak efektif, enggak efisien, ya gantilah, banyak pilihan kegiatan yang lain kan,” pungkasnya. (m38)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved