Kamis, 7 Mei 2026

Berita Bogor

Setahun Prabowo-Gibran, Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Bogor Masih Merana

Setahun Prabowo-Gibran, Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Bogor Akui Belum Merasakan Perubahan

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
SETAHUN PRABOWO-GIBRAN - M. Sanusi, warga terdampak pergeseran tanah saat ditemui di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (20/10/2025). Warga mengaku tidak merasakan perubahan apapun selama setahun pemerintahan Prabowo-Gibran. 

WARTAKOTALIVE.COM, BABAKAN MADANG - Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tepat setahun memimpin Indonesia pada Senin (20/10/2025).

Ada berbagai program telah diluncurkan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Namun sejumlah tetangga Prabowo yang menjadi korban pergerakan tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengaku tidak merasakan perubahan apapun.

"Tidak ada perubahan apapun, sama saja," kata Umay saat ditemui di Bojong Koneng, Senin (20/9/2025).

Dia mengaku tidak ada pembangunan berarti di wilayah Desa Bojong Koneng selama Prabowo Subianto memimpin Indonesia.

"Tidak ada pembangunan apa-apa di sini," ujarnya.

Sebagai warga yang rumahnya terdampak pergeseran tanah pada 2022 lalu, Umay menagih kejelasan soal rencana relokasi pemukiman yang dijanjikan pemerintah. 

"Informasi soal relokasi belum jelas hingga kini," ungkapnya. 

Baca juga: Satu Tahun Prabowo-Gibran, Kementerian ATR/BPN Bongkar 140 Mafia Tanah

Saat ini Umay terpaksa membangun rumah papan semi permanen dekat rumah lamanya yang retak-retak dan tidak bisa ditinggali lagi di Kampung Curug.

"Kami berharap agar Presiden Prabowo bisa membantu kami mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman," ujarnya.

Dia juga berharap Prabowo-Gibran sukses memimpin Indonesia hingga 2034.

"Semoga lebih baik lagi memimpin Indonesia dan menciptakan pembangunan yang merata," papar Umay.

Senada, M. Sanusi, warga korban pergeseran tanah di RT 02/RW 09 Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, mengaku belum merasakan dampak dari pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Di luar Bojong Koneng seperti di Cijayanti ada pembangunan infrastruktur. Kalau di sini tidak ada perubahan apa-apa. Padahal ini di depan matanya Pak Prabowo," ungkap Sanusi.

Jika ada perhatian dari Presiden Prabowo, lanjut Sanusi, tidak mungkin nasib korban pergerakan tanah dibiarkan tarkatung-katung tidak jelas.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved