Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Ekonomi

Astra Bukukan Laba Sebesar Rp5,85 Triliun di Kuartal I-2026

Astra catat laba Rp5,85 triliun, tertekan sektor alat berat dan pertambangan di awal 2026.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
LABA - Astra Internastional. PT Astra International membukukan laba bersih Rp5,85 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,93 triliun. 
Ringkasan Berita:
  • PT Astra International Tbk mencatat laba bersih Rp5,85 triliun pada kuartal I-2026, turun 16 persen dari tahun sebelumnya.
  • Penurunan dipicu melemahnya kinerja sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi.
  • Pendapatan juga turun menjadi Rp78,67 triliun, meski bisnis jasa keuangan tumbuh.
  • Astra menilai ketidakpastian global masih menjadi tantangan ke depan.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Astra International membukukan laba bersih Rp5,85 triliun pada kuartal I-2026.

Angka ini turun 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,93 triliun.

Presiden Direktur Astra, Rudy, menyebut pelemahan kinerja terutama berasal dari lini usaha alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi

“Pada kuartal I-2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Namun, bisnis-bisnis lainnya mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Dari sisi pendapatan, Astra membukukan Rp78,67 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, turun 6 persen secara tahunan dibandingkan Rp83,36 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan terjadi pada beberapa lini usaha utama. Pendapatan dari penjualan barang turun 7,1 persen menjadi Rp53,74 triliun, sementara segmen jasa dan sewa melemah 6,19 persen menjadi Rp16,43 triliun.

Di sisi lain, bisnis jasa keuangan justru mencatat pertumbuhan 6,80 persen menjadi Rp8,49 triliun.

Baca juga: Ustaz Dasad Latif Semprot Menteri PPPA karena Picu Kegaduhan: BELAJAR

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga ikut turun 4,72 persen menjadi Rp63,17 triliun, dibandingkan Rp66,30 triliun pada kuartal I-2025.

Rudy menilai ke depan kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik yang meningkat.

“Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dari sisi neraca, total aset Astra tercatat Rp517,80 triliun hingga akhir kuartal I-2026, tumbuh 2,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Aset tersebut terdiri dari ekuitas sebesar Rp239,12 triliun dan liabilitas Rp224,68 triliun.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved