Sabtu, 11 April 2026

Lipsus Harga Plastik

Perang Timur Tengah Bikin Indonesia Krisis Plastik

Asosiasi Pedagang Kaki Lima, Ali Mahsun, menerangkan Indonesia perhari ini Jumat (10/4/2026) sudah masuk dalam kategori krisis plastik.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
KENAIKAN HARGA PLASTIK - Suasana Pasar Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (2/4/2026). Harga berbagai jenis plastik di Jakarta melonjak hingga 50 persen akibat dampak konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan bahan baku petrokimia. 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik melonjak hingga 50–100 persen sejak awal April 2026 akibat dampak perang Timur Tengah.
  • Ali Mahsun menyebut Indonesia masuk krisis plastik, UMKM terdampak dan omzet turun.
  • Pedagang sulit naikkan harga, sebagian kurangi ukuran atau pakai alternatif seperti daun/kertas.
  • Pasokan terganggu karena impor bahan baku terhambat; pemerintah diminta investigasi dan ambil langkah darurat.

 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir


WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Dampak perang di Timur Tengah sangat dirasakan oleh seluruh pabrik, distributor dan pedagang plastik di Indonesia sejak awal April 2026 lalu.

Saat ini, harga plastik jinjing di Jakarta pada pekan lalu naik sekira 50 persen atau dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 perpack.

Tim Warta Kota sudah mendatangi sejumlah distributor di wilayah Jakarta Timur, Selatan dan Timur.

Mereka menolak untuk diwawancara terkait dengan kenaikan harga maupun pasokan plastik di Jakarta. 

Alasannya sederhana yakni takut bersuara dan tak ingin usaha sebagai distributor plastik terganggu di tengah kondisi ekonomi yang kian tak menentu.

Asosiasi Pedagang Kaki Lima, Ali Mahsun, menerangkan Indonesia perhari ini Jumat (10/4/2026) sudah masuk dalam kategori krisis plastik.

Sama dengan Jakarta, di Kalimantan Selatan harga plastik gelas dari Rp 280.000 isi 1.000 pcs naik menjadi Rp560.000.

Baca juga: Kenaikan Harga Plastik di Jakarta, Dampak Konflik Timur Tengah Menekan UMKM

"Kemudian di Jambi, gelas plastik yang isinya 50.000 (unit), awalnya Rp 20.000 sekarang Rp 43.000. Artinya ada kenaikan lebih dari 100 persen," ujarnya kepada Warta Kota, Jumat.

Menurut Ali, pedagang kaki lima serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di seluruh tanah air mengeluh dengan kenaikan harga plastik.

Ia menegaskan, kenaikan harga plastik di Indonesia tidak masuk akal dan menurunkan omset para pedagang di seluruh Indonesia.

Para pedagang tidak bisa berbuat banyak selain menaikan harga plastik di pasaran demi mendapatkan keuntungan meski tipis.

"Yang kedua, mereka tidak berani menaikkan harga jual takut kehilangan pelanggan serta hari ini daya beli rakyat belum beranjak normal sejak pandemi COVID-19," tegasnya.

Lebih lanjut Ali, para pelaku UMKM di Jawa Tengah, harus melakukan pengurangan ukuran atau volume barang yang dijual.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved