Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek
Gubernur Dedi Mulyadi Melayat ke Rumah Duka Karyawan Kompas TV Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi publik.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ringkasan Berita:
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyani (KDM) melayat ke rumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain (32)
- Ain adalah karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line
- Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi publik
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyani (KDM) melayat ke rumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain (32), Rabu (29/4/2026).
Ain adalah karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Rumah duka berada di Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Orang nomor satu di Jawa Barat itu datang ditemani Pelaksana Tugas Bupati Bekasi. Asep Surya Atmaja, dan Direktur Utama (President Director) Kompas TV, Rosianna Silalahi (Rosi).
Baca juga: Perlintasan Sebidang di Jalan Ampera dan Bulak Kapal Bekasi Dijaga Petugas Dishub Selama 12 Jam
KDM menyampaikan duka mendalam atas kepergian Ain.
Menanggapi banyaknya empati terhadap korban, khususnya perempuan yang bekerja, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi publik.
"Kami harus terus memperbaiki transportasi publik agar aman bagi siapapun, baik perempuan maupun laki-laki, kenyamanan itu harus terjaga baik," katanya.
Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi, para pelayat sudah berdatangan sejak Rabu pukul 07.00 WIB.
Baca juga: Cegah Kecelakaan Terulang, Perlintasan Sebidang di Ampera dan Bulak Kapal Bekasi Ditutup Permanen
Sejumlah karangan bunga berjejer di sepanjang gang menuju rumah duka dan berasal dari berbagai pihak, termasuk jajaran pimpinan Kompas TV, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta kerabat.
Suasana di sekitar rumah duka tampak hening dan khidmat.
Lantunan doa dari para pelayat terdengar silih berganti, mengiringi langkah mereka yang keluar-masuk rumah duka.
Wajah-wajah penuh kesedihan terlihat jelas, sementara para pelayat saling menguatkan satu sama lain di tengah kehilangan tersebut.
Baca juga: Evakuasi Kereta Belum Rampung, Layanan KRL Bekasi–Cikarang Belum Normal
Isak tangis sesekali pecah, namun tetap diiringi doa dan harapan agar almarhumah Ain mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Ayah almarhumah, Hary Marwata (63), dengan suara bergetar mengungkapkan kesedihan yang masih dirasakan keluarga.
"Adiknya paling belum kuat, masih terus menangis," ujar Hary. (m27)
Gubernur Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi
Kompas TV
Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek
Argo Bromo tabrak KRL
kereta tabrak KRL
KA tabrak KRL
KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL
| Cegah Kecelakaan Terulang, Perlintasan Sebidang di Ampera dan Bulak Kapal Bekasi Ditutup Permanen |
|
|---|
| Sampaikan Duka, Wali Kota Jakarta Timur Doakan Harum Korban Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur |
|
|---|
| Kisah Haru Harum, Korban KRL Bekasi Jadi Tumpuan Keluarga dan Ibu Satu Anak |
|
|---|
| Evakuasi Kereta Belum Rampung, Layanan KRL Bekasi–Cikarang Belum Normal |
|
|---|
| Proses Maraton, RS Polri Tuntaskan Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-gys.jpg)