Kamis, 7 Mei 2026

Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek

Gubernur Dedi Mulyadi Melayat ke Rumah Duka Karyawan Kompas TV Korban Tabrakan Kereta di Bekasi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi publik.

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
MELAYAT - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyani (KDM) melayat ke rumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain (32), Rabu (29/4/2026). Ain adalah karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Rumah duka berada di Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyani (KDM) melayat ke rumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain (32)
  • Ain adalah karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line
  • Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi publik

 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyani (KDM) melayat ke rumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna atau Ain (32), Rabu (29/4/2026).

Ain adalah karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.

Rumah duka berada di Griya Asri 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu datang ditemani Pelaksana Tugas Bupati Bekasi. Asep Surya Atmaja, dan Direktur Utama (President Director) Kompas TV, Rosianna Silalahi (Rosi).

Baca juga: Perlintasan Sebidang di Jalan Ampera dan Bulak Kapal Bekasi Dijaga Petugas Dishub Selama 12 Jam

KDM menyampaikan duka mendalam atas kepergian Ain.

Menanggapi banyaknya empati terhadap korban, khususnya perempuan yang bekerja, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi publik.

"Kami harus terus memperbaiki transportasi publik agar aman bagi siapapun, baik perempuan maupun laki-laki, kenyamanan itu harus terjaga baik," katanya.

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi, para pelayat sudah berdatangan sejak Rabu pukul 07.00 WIB.

Baca juga: Cegah Kecelakaan Terulang, Perlintasan Sebidang di Ampera dan Bulak Kapal Bekasi Ditutup Permanen

Sejumlah karangan bunga berjejer di sepanjang gang menuju rumah duka dan berasal dari berbagai pihak, termasuk jajaran pimpinan Kompas TV, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta kerabat.

Suasana di sekitar rumah duka tampak hening dan khidmat.

Lantunan doa dari para pelayat terdengar silih berganti, mengiringi langkah mereka yang keluar-masuk rumah duka.

Wajah-wajah penuh kesedihan terlihat jelas, sementara para pelayat saling menguatkan satu sama lain di tengah kehilangan tersebut.

Baca juga: Evakuasi Kereta Belum Rampung, Layanan KRL Bekasi–Cikarang Belum Normal

Isak tangis sesekali pecah, namun tetap diiringi doa dan harapan agar almarhumah Ain mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Ayah almarhumah, Hary Marwata (63), dengan suara bergetar mengungkapkan kesedihan yang masih dirasakan keluarga.

"Adiknya paling belum kuat, masih terus menangis," ujar Hary. (m27)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved