Selasa, 28 April 2026

Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek

Tinjau Langsung, Menteri PPPA Jamin Pemulihan Korban Tabrakan Kereta

Menteri PPPA kunjungi korban luka kecelakaan KRL di RSUD Bekasi, pastikan perawatan dan pendampingan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Miftahul Munir
KECELAKAAN KERETA - Menteri PPPA, Arifah Fauzi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) siang. Dirinya memastikan perawatan dan pendampingan akan diberikan kepada para korban tabrakan kereta. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi mengunjungi RSUD Bekasi untuk meninjau korban luka kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
  • Sebanyak 55 korban dirawat, tiga di antaranya meninggal dunia dan 15 sudah pulang.
  • Pemerintah bersama PT KAI menanggung biaya pengobatan serta memberikan pendampingan psikologis. 
  • Upaya juga dilakukan agar hak pekerja korban tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) siang.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi para korban luka akibat kecelakaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Arifah menjelaskan, sebanyak 55 korban dirujuk ke RSUD Bekasi.

Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia dan 15 lainnya telah diperbolehkan pulang.

“Rata-rata korban mengalami luka memar, namun ada juga yang mengalami patah tulang di beberapa bagian. Pemerintah bertanggung jawab atas kejadian ini, dan PT KAI telah menyampaikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menegaskan, pendampingan kepada korban tidak hanya sebatas penanganan medis, tetapi juga pemulihan pascakejadian.

Menurutnya, para korban juga akan mendapatkan pendampingan psikologis untuk mengatasi trauma akibat kecelakaan.

“Selain itu, bagi korban yang bekerja, kami berupaya agar perusahaan tempat mereka bekerja dapat memberikan keringanan hingga kondisi mereka pulih dan bisa kembali bekerja,” tuturnya.

Baca juga: Jamin Pengobatan, Plt Bupati Bekasi Sambangi Warganya yang Jadi Korban Tabrakan Kereta

Arifah mengaku sempat bertemu dengan perwakilan perusahaan korban di salah satu ruang perawatan.

“Kami berharap hak-hak para pekerja tetap terpenuhi, sehingga setelah sembuh mereka bisa kembali bekerja seperti semula,” katanya.

14 Perempuan Meninggal Dunia

Terpisah, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

“Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Bobby dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).

 Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Baca juga: Butuh 12 Jam, Proses Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Dinyatakan Rampung

Sejak awal kejadian, katanya seluruh upaya difokuskan pada penanganan korban dengan mengutamakan keselamatan dan kondisi setiap penumpang. 

Proses evakuasi dan penanganan dilakukan secara hati-hati karena terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved