Berita Bekasi
Pemkab Bekasi Perkuat Strategi Hadapi Ancaman Krisis Pangan
Pemkab Bekasi siapkan langkah antisipasi gagal panen dan gangguan distribusi demi menjaga stabilitas pangan.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi memperkuat strategi menjaga pasokan di tengah ancaman gagal panen dan El Nino.
- Langkah dilakukan lewat kolaborasi lintas sektor, pemantauan stok, inovasi pertanian, serta intervensi cepat seperti distribusi cadangan pangan.
- Diversifikasi pangan lokal dan peran masyarakat juga didorong guna menjaga stabilitas dan ketahanan pangan daerah.
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memperkuat strategi guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan di tengah potensi gagal panen dan gangguan distribusi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Benny Yulianto Iskandar, menegaskan langkah antisipatif dilakukan pihaknya dengan cara mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna memastikan pasokan pangan tetap stabil.
“Upaya yang kami lakukan di antaranya mengurangi risiko gagal panen serta menjaga distribusi pangan tetap lancar melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas SDABMBK, hingga BULOG. Selain itu, kami memastikan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tetap tersedia,” kata Benny pada Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, langkah konkret yang ditempuh Dinas Ketahanan Pangan meliputi pemantauan stok produksi dan pasokan pangan secara real time, penguatan infrastruktur air, serta penerapan inovasi dan teknologi pertanian.
Adaptasi pola tanam berbasis iklim juga terus didorong, disertai pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian kepada para petani.
Tak hanya itu, DKP juga memanfaatkan Analisis Sistem Peringatan Dini Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) untuk memantau ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan melalui platform skpg.badanpangan.go.id
Baca juga: Komisi III DPR Minta Kasus Pelecehan Seksual di UI Diproses Hukum
“Kami juga melakukan Intervensi cepat seperti penyaluran atau distribusi CPPD, penanganan daerah rawan pangan dan gizi, menggelar pelaksanaan Gerakan Pangan Murah,” katanya.
Ia melanjutkan, pihaknya juga melakukan upaya diversifikasi pangan lokal. Komoditas seperti singkong, ubi, sukun, dan jagung didorong menjadi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap beras dan terigu.
Di sisi lain, masyarakat Kabupaten Bekasi diminta turut berperan aktif menjaga ketahanan pangan, mulai dari memanfaatkan lahan pekarangan hingga mengurangi pemborosan pangan.
“Masyarakat juga perlu bijak dalam mengonsumsi pangan dan mengurangi pemborosan melalui Gerakan Stop Boros Pangan,” tambahnya.
Sebagai langkah jangka panjang, penguatan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) juga terus didorong untuk meningkatkan Cadangan Pangan Masyarakat (CPM).
“Upaya ini kita harapkan mampu menjaga stabilitas pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun, mengungkapkan turut menyoroti kondisi ketahanan pangan daerah. Bersama DKP, ia membahas Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Tahun 2026 di tengah ancaman El Nino.
Diketahui, stok CPPD tahun 2026 untuk beras tercatat sebesar 150,59 ton. Angka tersebut merupakan sisa dari penyaluran tahun 2025 sebesar 119,33 ton yang telah disalurkan kepada 19.888 jiwa atau 8.996 kepala keluarga di 12 desa.
“Kita langsung bergerak cepat membahas produksi pangan rakyat di Kabupaten Bekasi. Sehingga dipandang perlu adanya langkah strategis di tengah anomali cuaca El Nino,” ujarnya.
Ia menyebut, berdasarkan paparan DKP, sejumlah komoditas pangan saat ini sudah berada pada level waspada, seperti beras, minyak goreng, jagung, bawang merah, bawang putih, kacang kedelai hingga sayur-sayuran.
“Stok pangan kita sudah warning. Sehingga kita perlu menjaga stabilitas, kalau perlu harus ada peningkatan penambahan stok pangan,” tandasnya. (MAZ)
| Gunung Sampah TPS Liar di Tambun Bekasi Mulai Diangkut, Diperkirakan Capai 20 Ribu Ton |
|
|---|
| Tri Adhianto Wajibkan ASN Bekasi Pakai Bahasa Inggris saat Rapat WFH |
|
|---|
| WFH Hari Jumat, ASN Pemkot Bekasi Wajib Bicara Menggunakan Bahasa Inggris saat Live Zoom |
|
|---|
| Jumlah Korban Tewas Akibat Kebakaran SPBE PT Indogas Andalan Kita di Kota Bekasi Tambah Jadi 5 Orang |
|
|---|
| Pandangan Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Ikuti Retret Nasional di Akmil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/PERINGATAN-CUACA-EKSTREM.jpg)