Selasa, 14 April 2026

Viral Media Sosial

Thailand dan Kamboja Berperang, Apakah Harga Singkong di Indonesia Bisa Normal?

Peperangan antara Thailand dan Kamboja Pecah pada 24 Juli 2025. Apakah Konflik Kedua Negara Bisa Berdampak pada Stabilnya Singkong di Indonesia?

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
VIRAL MEDIA SOSIAL - Kolase Pegiat Tani, Iluh Pujiati dan tangkapan layar video viral yang merekam penembakan rudal oleh anggota militer di sebuah lokasi yang diduga merupakan pabrik pengolahan singkong. Iluh Pujiati mempertanyakan dampak yang akan dihadapi Indonesia dari konflik kedua negara tersebut, mengingat Kamboja maupun Thailand diketahui merupakan importir singkong terbesar bagi Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perang terbuka antara Thailand dan Kamboja yang terjadi di perbatasan kedua negara pada Kamis (24/7/2025) terekam kamera.

Sejumlah lini media sosial pun diramaikan dengan rekaman video di sejumlah lokasi konflik.

Di antaranya perbatasan Provinsi Surin, Thailand dan Oddar Meanchey, Kamboja.

Dalam rekaman video terekam tentara dari kedua negara baku tembak di sejumlah latar, mulai dari hutan hingga kawasan permukiman warga.

Dalam satu video yang beredar, penembakan rudal juga dilakukan militer di sebuah lokasi yang diduga merupakan pabrik pengolahan singkong.

Hal tersebut terlihat dari tumpukan singkong yang ada di sisi tentara. 

Video tersebut menarik perhatian Pegiat Tani, Iluh Pujiati.

Lewat akun TikToknya @iluhpujiati1 pada Jumat (25/7/2025), dirinya membagikan potingan video tersebut.

Bersamaan dengan rekaman tersebut, dirinya menyampaikan soal dampak yang akan dihadapi Indonesia dari konflik kedua negara tersebut. 

Mengingat, Kamboja maupun Thailand diketahui merupakan importir singkong terbesar bagi Indonesia.

"Pejuang Tani, per tanggal 24 Juli 2025 terjadi peperangan antara Kamboja dan juga Thailand yang terjadi di perbatasan antara kedua negara tersebut, Dari video tersebut peperangan terjadi di lapak ataupun di pabrik singkong," ungkap Iluh Pujiati.

"Thailand dan Kamboja adalah importir (singkong) terbesar di negara kita. Apakah dengan danya peperangan ini akan membuat Harga singkong kita Kembali stabil dan normal?" tanyanya. 

"Kita lihat saja kelanjutan dari berita (peperangan) antara kedua negara tersebut," tambahnya.

Postingan Iluh Pujianti pun ditanggapi ramai masyarakat.

Pro dan kontra dituliskan, khususnya terkait sejumlah komoditas pertanian yang seharusnya bisa diproduksi mandiri, namun masih terus diimpor dari luar negeri saat ini.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved