Rabu, 8 April 2026

PERHATIAN! MUI DKI Jakarta Haramkan Main Petasan dan Kembang Api, Ini Alasannya

Menyalakan petasan dan kembang api adalah bersumber dari kepercayaan umat di luar Islam untuk mengusir setan yang dianggap mengganggu.

Editor: Mohamad Yusuf
Adweek
(Ilustrasi) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa petasan dan kembang api adalah haram. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa petasan dan kembang api adalah haram.

Meskipun keputusan itu telah diterbitkan oleh MUI DKI Jakarta pada Tahun 2010 lalu.

Namun, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas mengingatkan sekaligus menegaskan bahwa fatwa itu masih berlaku sampai saat ini.

Baca juga: Kecolongan Derek Liar Masuk Jalan Tol dan Lakukan Pemerasan ke Pengendara, Ini Tanggapan Jasa Marga

Baca juga: Digerebek Warga saat Datangi Rumah Staf Wanitanya Tengah Malam, Pak Kades Ini Ngumpet di Plafon

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Digelar Pekan Ini, Nama Ahok Mencuat Duduki Posisi Menteri Investasi?

"Fatwa itu selama belum dicabut ya masih berlaku," kata Anwar saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Abbas menambahkan, MUI setiap daerah memang bisa mengeluarkan fatwa sesuai dengan kondisi di daerahnya.

Fatwa itu pun hanya berlaku bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang dimaksud.

Mengutip dari laman situs resmi MUI DKI, fatwa yang mengharamkan petasan itu diputuskan dalam rapat komisi fatwa pada 13 Ramadhan 1431 Hijriah, atau 23 Agustus 2010.

Fatwa itu dikeluarkan menanggapi ritual ziarah dengan menyalakan petasan di Taman Pemakaman Umum Dobo, Koja, Jakarta Utara.

"Membakar, menyalakan atau membunyikan petasan dan kembang api dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, Tahun Baru dan Walimah (Resepsi), seperti yang dilakukan oleh umat Islam khususnya warga DKI Jakarta, atau menjadi bagian dalam ritual ziarah di TPU Dobo, adalah suatu tradisi atau kebiasaan buruk yang sama sekali tidak terdapat dalam ajaran Islam, bahkan merupakan suatu perbuatan haram yang sangat bertentangan dan dilarang ajaran Islam," demikian bunyi fatwa MUI DKI tersebut.

MUI DKI memiliki sejumlah pertimbangan dalam mengeluarkan fatwa itu.

Pertama, MUI DKI menegaskan, tradisi membakar, menyalakan, atau membunyikan petasan dan kembang api adalah bersumber dari kepercayaan umat di luar Islam untuk mengusir setan yang dianggap mengganggu.

Hal ini jelas merupakan suatu kepercayaan yang bertentangan dengan akidah Islam.

Baca juga: Meski Bulan Ramadan, Wanita di Malang Ini Nekat Tetap jadi PSK, Alasannya Demi Hidupi 5 Anaknya

Baca juga: Hasil Survei Ini Sebut Tak Berlebihan jika Nadiem Makarim Di-Reshuffle, Berikut Penjelasannya

Baca juga: Ali Ngabalin Bocorkan Pekan Ini Ada Reshuffle, Yasonna Laoly Dianggap Layak Diganti Menurut Survei

"Padahal, Islam memerintahkan umatnya untuk menghindari kepercayaan yang bertentangan dengan akidah Islam, karena hal itu dinilai sebagai langkah setan dalam menjerumuskan umat manusia," tulis MUI DKI.

Kedua, membakar, menyalakan, atau membunyikan petasan dan kembang api merupakan pemborosan (tabzir) terhadap harta benda.

Ketiga, membakar, menyalakan, atau membunyikan petasan dan kembang api sangat membahayakan jiwa, kesehatan, dan harta benda (rumah, pabrik, dan lain-lain).

Padahal, agama Islam melarang manusia melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.

Terakhir, membakar, menyalakan, atau membunyikan petasan dan kembang api bahayanya (mudarat) lebih besar daripada manfaatnya.

"Padahal, di antara ciri-ciri orang muslim yang baik adalah orang yang mau meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat," tulis MUI DKI.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "MUI DKI Jakarta Haramkan Bermain Petasan dan Kembang Api"
Penulis : Ihsanuddin

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved