Jumat, 10 April 2026

JFC, Jembatan Si Miskin Merajut Mimpi di Sepak Bola

Frans Idrus membangun Jogja Football Camp, sebuah akademi sepak bola yang dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu yang punya bakat di sepak bola.

Penulis: RafzanjaniSimanjorang |
istimewa
JFC (Jogja Football Camp) yang diketuai oleh Frans Idrus. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Indonesia tidaklah kekurangan orang-orang yang baik. Kali ini salah satu orang baik muncul di lewat dunia sepak bola.

Frans Idru salah satunya.

Frans adalah ketua Jogja Football Camp, sebuah akademi sepak bola yang dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu yang punya bakat di sepak bola.

Baca juga: Mantan Pebulu Tangkis Nasional Joko Suprianto Sebut Juara Dunia Impian Setiap Pemain

Bertempat di Desa Sidorejo, wilayah Kabupaten Kulon Progo, akademi ini diresmikan tanggal 6 November 2020 lalu. 

Ketua JFC (Jogja Football Camp) Frans Idrus.
Ketua JFC (Jogja Football Camp) Frans Idrus. (istimewa)

Berita baiknya adalah akademi ini tidak memungut sepeserpun biaya dari anak muridnya, alias gratis.

Frans adalah sosok inspiratif dibaliknya. Bermodalkan dana pensiunannya kala menjadi pegawai PLN Yogyakarta, ia rela merogoh kocek untuk menyematkan masa depan anak-anak yang punya bakat di sepak bola namun tidak mampu secara biaya.

Baca juga: SSB Garuda United di Tangerang, Wadah Anak Larangan Wujudkan Mimpi Menjadi Pesepak Bola

"Tidak bisa dipungkiri, perkembangan pembinaan sepak bola saat ini begitu menjamur. Akademi sepak bola ada dimana-mana, namun biasanya untuk masuk akademi, anak harus membayar biaya pendaftaran, dan iuran bulanan. Saya melihat banyak anak-anak berbakat yang tidak bisa bergabung ke akademi karena tidak mampu, saya pun membentuk JFC ini agar menjadi wadah bagi mereka," ucapnya kepada Warta Kota, Selasa (1/12/2020).

Lanjutnya, konsep dirinya membangun JFC adalah buah pikiran membentuk akademi tanpa membebani peserta didik.

Frans meyakini, hampir 90 persen pesepak bola profesional pun berasal dari keluarga tak mampu, sehingga ia ingin mewujudkan impian anak-anak yang tidak mampu saat ini.

Baca juga: Ramalan Zodiak Senin 30 November 2020 Aries Jadi Pemimpin Tim, Cancer Tak Efisien, Leo Inisiatif

Ia bahkan mencontohkan kisah Ronaldo, Ronaldinho dll, yang berasal dari golongan yang tak mampu dulunya.

Sasarannya semakin terpuji karena menargetkan anak-anak di akademi usia 15 tahun hingga 19 tahun.

"Di SSB (sekolah sepak bola), biasanya seorang anak akan kebingungan jika telah berusia 15 atau 17 tahun. Karena mereka harus memikirkan jalan selanjutnya kemana. Kami hadir sebagai jembatan mereka menuju senior. Yang tadinya berbakat di SSB dan keluar karena umur bisa masuk ke kami dan kami bina sehingga tetap terjaga kualitasnya dan semoga bisa masuk ke salah satu klub nantinya dan mereka meraih mimpinya," terangnya.

Baca juga: Gelandang Persib Esteban Viscarra: Maradona Membuat Sepak Bola Argentina Terkenal

Frans pun menyiapkan segala sesuatunya termasuk peralatan dan perlengkapan latihan dengan biaya swadaya.

Saat ini ada 32 anak yang masuk akademi JFC, dimana semuanya menjadi yang terbaik dari 86-an orang pendaftar.

Hampir sebagaian besar anak adalah anak-anak dari Kulon Progo.

Baca juga: SSB All Star Galapuri Ingin Jadi SSB Terbaik di Jabodetabek

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved