JFC, Jembatan Si Miskin Merajut Mimpi di Sepak Bola
Frans Idrus membangun Jogja Football Camp, sebuah akademi sepak bola yang dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu yang punya bakat di sepak bola.
Penulis: RafzanjaniSimanjorang |
Untuk mengetahui kondisi anak tersebut mampu atau tidak dari materi, bagi Frans cukup mudah karena mayoritas anak-anak yang lolos dikenal oleh masyarakat tentang kondisi kehidupannya.
"Ternyata bakat-bakatnya di sini luar biasa. Hanya memang tidak tersentuh, mereka tidak bisa masuk akademi lain karena biaya. Jadi semoga dengan adanya JFC ini, semangat anak-anak meraih impian jadi pesepak bola itu terwujud," tuturnya.
Lantas, mengapa Frans mau merogoh kocek hanya untuk menyelamatkan masa depan anak-anak yang tidak dikenalnya terlebih dulu?
Baca juga: VIDEO Zainal Arifin Punya Kepuasan Batin Memiliki SSB Tangerang FC Meski Sering Rogok Kocek Sendiri
Frans punya alasan kuat.
"Saya bisa seperti ini dari sepak bola. Saya dapat bekerja di PLN Yogjakarta pun dari sepak bola. Sepak bola sudah menjadi hidup saya, dan jika bisa membantu anak-anak menjadi pesepak bola, itulah kebahagiaan saya," terangnya.
Ia meyakini, sesuatu yang dibangun dengan tekad yang murni dan baik akan dapat berjalan sukses.
"Saya yakin, Tuhan selalu memberikan jalan," sambungnya.
JFC sendiri latihan setiap hari Selasa, Rabu, Jumat dan Minggu di Sidorejo, dan dilatih langsung oleh tiga pelatih dimana standar lisensi pelatih adalah C AFC.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jogja-football-camp.jpg)