Rabu, 8 April 2026

Polemik Cadar

Salah Kaprah Penyebutan Celana Cingkrang Menurut Pakar Bahasa

Belakangan ini sebutan celana cingkrang banyak diperbincangkan setelah Menteri Agama Fachrul Razi, mewacanakan pelarangan celana cingkrang bagi ASN.

Penulis: Zaki Ari Setiawan |
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Menteri Agama Fachrul Razi seusai dilantik Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019). 

Belakangan ini sebutan celana cingkrang banyak diperbincangkan setelah Menteri Agama, Fachrul Razi, mewacanakan pelarangan celana cingkrang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Merespon penyebutan celana cingkrang itu, Pakar Bahasa dari UIN Jakarta, Hilmi Akmal, mengatakan, banyak orang sudah salah kaprah dengan arti dari celana 'cingkrang'.

Dari keterangan resminya, Hilmi menerangkan, jika merujuk pada pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maka penggunaan kata cingkrang yang merujuk pada celana dengan potongan sampai mata kaki pun dianggap kurang tepat.

"Arti kata cingkrang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah terlalu pendek. Jadi bila celana cingkrang dimaknai sebagai celana panjang yang ujungnya menggantung di atas mata kaki, maka itu tidak dapat dibenarkan bila melihat definisi dari KBBI," kata Hilmi dikonfirmasi, Sabtu (2/11/2019).

Berdasarkan pengertian dari KBBI itu, kata Hilmi lagi, maka celana cingkrang memiliki makna celana yang terlalu pendek, contoh yang diberikan dalam dunia fesyen adalah hot pants.

 BREAKING NEWS: Kadisparbud DKI Mundur Diduga karena Mencuatnya Isu Influencer Rp 5 miliar

 Pria Perancang Hukuman Cambuk Tertangkap Basah Selingkuh Malunya Mak Dicambuk Melebihi Dihukum Mati

 Prabowo Subianto Diprediksi Jadi Menteri Pertama yang Direshuffle, Rocky Gerung Sebut Alasannya

 Viral Kejadian Mistis di Tol Cipularang KM 65, Rekaman CCTV Temukan Kejanggalan

"Apa ada orang yang terpapar radikalisme memakai celana hot pants yang terlalu pendek alias cingkrang itu? Saya rasa tidak pernah ada," sambungnya.

Selain itu, terdapat juga sebutan lain untuk celana dengan ujung memggantung di atas mata kaki itu sebagai celana 'sirwal'.

Akan tetapi, Hilmi juga berpendapat bahwa penggunaan sebutan sirwal juga dinilai tidak pas jika merujuk pada bahasa arab yakni sirwalun yang artinya celana.

"Jadi celana sirwal ya artinya celana celana. Itu menggelikan maknanya," tuturnya.

 Ahok BTP: Justru e-Budgeting Ungkap Pembelian Lem Aibon dan Pulpen

Hilmi juga memberikan saran agar celana dengan model seperti itu disebut dengan celana suro yang berasal dari akronim sunnah Rasulullah.

"Menurut saya, karena celana model seperti itu mengikuti sunah Rasulullah dalam berpakaian, mengapa tidak disebut saja sebagai celana suro, celana sunah rosul," pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved