Konsultasi
Jangan Takut Mempersiapkan Kematian
Tanpa takut pada kematian, kita dapat hidup dengan lebih semangat dan dapat mengambil lebih banyak kesempatan untuk mencapai pertumbuhan dan pengayaan
Oleh Agustine Dwiputri
Beberapa rekan dengan usia di atas 60 tahun membicarakan mengenai menghadapi kematian.
Yang lain terlihat enggan membahasnya karena malah menimbulkan ketakutan dan kesedihan, sama dengan perasaan kehilangan ketika ditinggal pergi oleh orang-orang terdekatnya.
Bagaimana dengan Anda?
Kematian adalah suatu kepastian, tak seorang pun dapat menghindarinya.
Hanya kapan datangnya, tak ada manusia yang dapat memperkirakan secara pasti.
Merupakan sesuatu yang wajar apabila pada masa mendekati usia harapan hidup rata-rata manusia, kita mulai memikirkan dan membahasnya.
Namun, beberapa orang yang tidak ingin membahas, mungkin mengalami penyangkalan terhadap kematian itu sendiri, menutup mata dan hati untuk membicarakannya.
Judy Tatelbaum (1980), ahli pekerja sosial di bidang psikiatri, mengatakan, sering kali penyangkalan kita terhadap kematian justru akan mencegah kita dari sepenuhnya mengalami dan menyelesaikan kesedihan kita.
Dari sekian banyak manfaat yang kita peroleh dengan menerobos penyangkalan kita dari kematian, yang paling penting adalah kemungkinan menjalani hidup tanpa rasa takut.
Tanpa takut pada kematian, kita dapat hidup dengan lebih semangat dan dapat mengambil lebih banyak kesempatan untuk mencapai pertumbuhan dan pengayaan.
Dengan tidak takut pada kematian, kita bisa mengambil risiko lebih dalam dan hubungan yang lebih dekat dengan orang lain, kita dapat memperoleh kehidupan sebagai sesuatu yang berharga, bukan sesuatu yang biasa saja.
Maka kita memiliki kesempatan lebih besar untuk memenuhi apa pun yang mungkin menjadi takdir kita. Ketika kita menghadapi hidup dengan berani, tidak takut, kita merasa lebih sempurna, bijaksana, dan lebih kuat.
Mengatasi penyangkalan
• Langkah awal yang disarankan Tatelbaum (1980) adalah memunculkan keinginan dapat menghadapi kematian secara tepat. Hanya dengan niat itu, kita dapat mengambil tindakan.
Berperilaku seolah-olah kita menerima kenyataan kematian dapat menjadi cikal bakal benar-benar merasakan penerimaan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151210jangan-takut-mempersiapkan-kematian_20151210_171014.jpg)