Yuk, Menghitung Kalori Tubuh
Tahukah Anda jika sepiring nasi goreng mengandung 415 kalori atau sepiring nasi putih mengandung 175 kalori? Wah, betapa ribetnya jika kita ingin diet dan menghitung kalori setiap hari?
Palmerah, Wartakotalive.com
Tahukah Anda jika sepiring nasi goreng mengandung 415 kalori atau sepiring nasi putih mengandung 175 kalori? Wah, betapa ribetnya jika kita ingin diet dan menghitung kalori setiap hari? Belum tentu demikian.
Kebutuhan kalori tiap orang berbeda. Tergantung banyak hal, di antaranya jenis kelamin, tinggi badan, aktivitas harian, dan usia. Jika kita berobat ke dokter spesialis gizi, tentunya dokter akan dengan mudah memberikan perhitungan-perhitungan berapa kalori yang ideal masuk ke tubuh. Tapi sekarang kita hitung sendiri saja yuk berapa kalori ideal untuk tubuh kita.
Menurut dokter spesialis gizi Ida Gunawan, ketika seseorang menginginkan tubuh yang sehat dan langsing, banyak yang yakin membatasi makanan adalah cara yang efektif. Paradigmanya semakin sedikit makanan yang masuk, angka keberhasilan memperoleh berat badan ideal akan semakin besar.
Walaupun bisa juga mengandung kebenaran, namun yang perlu diperhatikan juga adalah jenis makanan yang masuk. Pasalnya walaupun sedikit jika makanan tersebut mengandung kalori yang tinggi tentu berat badan ideal jauh dari kenyataan. Sehingga idealnya selain membatasi makanan tertentu juga dengan mengontrol asupan kalori. Atau dengan kata lain memilih jenis makanan yang rendah kalori.
Ny Nina (40) mengaku bertahun-tahun jarang sarapan karena kesibukannya pada pagi hari. Sekitar pukul 10.00 perutnya sudah keroncongan dan makanan yang biasanya dimakan berupa goreng-gorengan. Saat ini beratnya mencapai 68 kilogram. Ia ingin berat badannya turun menjadi 60 kilogram atau kurang. Namun ia tidak bisa melepaskan dari makanan goreng-gorengan. Walaupun makan utamanya sedikit, namun saat ngemil selalu goreng-gorengan. Seperti tahu isi atau bakwan dengan beberapa cabai.
Saat sore juga demikian. Selain goreng-gorengan bisa juga bakso atau siomay. Malam hari, biasanya makan di foodcourt yang biasanya makanan siap saji.
"Kalori yang masuk dalam tubuh harus seimbang. Agar metabolisme tubuh tidak terganggu. Untuk mendapatkan berat badan ideal, seseorang harus mengerti terlebih dahulu berapa kalori harian yang diperlukan oleh tubuhnya," kata dr Ida Gunawan MS SpGK di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/9).
Rumus menghitung kebutuhan kalori
Ia menjelaskan, rumus yang bisa digunakan untuk mendapatkan perhitungan kebutuhan kalori harian tiap orang adalah dengan cara menentukan dulu berat ideal dengan mengurangi tinggi badan dengan angka 100 dan mengalikannya dengan 0,9.
Selanjutnya tentukan kebutuhan kalori basal dengan cara mengalikan berat badan ideal dengan 25 kilokalori (kkal) untuk wanita dan 30 kkal untuk pria. Lalu tambahkan kebutuhan kalori basal dengan tingkatan kegiatan setiap harinya dalam hitungan persentase (ringan, sedang, berat).
Jika aktivitas ringan tambahkan 10-20 persen. Contoh aktivitas ringan mengemudi, mengajar, kerja kantoran, memancing, membaca. Sementara aktivitas sedang dengan menambahkan 20-30 persen. Contoh aktivitas sedang kerja rumah tangga, bersepeda, bowling, berjalan. Sedangkan aktivitas berat dengan menambahkan 40-50 persen. Contohnya aerobik, bersepeda mendaki, dansa, jogging, panjat tebing.
Dan perhitungan terakhir jika berusia 40 tahun ke atas ada pengurangan lagi. Pada usia 40-59 tahun ada koreksi 5 %, 60-69 tahun koreksi 10 %. Dan di atas 70 tahun koreksi 20 %. Koreksi usia ini terjadi karena semakin bertambahnya usia, kalori yang masuk semakin sedikit.
"Melambatnya metabolisme tubuh, pada mereka yang berusia 40 tahun ke atas untuk perhitungan kebutuhan kalori dikurangi 5-20 persen tergantung usianya," ujarnya.
Setelah mengetahui kebutuhan kalori setiap hari. Jika ingin berat badan ideal dan sehat, tentu kita harus menyeimbangkan antara kalori yang masuk dan keluar. Kegemukan terjadi ketika kalori yang masuk lebih besar ketimbang yang keluar. Demikian juga sebaliknya.