Selasa, 5 Mei 2026

Korupsi

Sebelum Terjaring OTT KPK, Wamenaker Immanuel Ebenezer Terlihat Ada di Rumah pada 17 Agustus 2025

Sebelum terjaring OTT KPK pada Rabu (20/8/2025) malam, Wamenaker Immanuel Ebenezer ada di rumahnya di Depok.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Sigit Nugroho
TribunnewsDepok/M Rifqi Ibnumasy
PENAMPAKAN RUMAH WAMENAKER - Penampakan rumah Wamenaker Immanuel Ebenezer di Perumahan Taman Manggis Permai, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Kamis (21/8/2025). 

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto bereaksi atas penangkapan Immanuel Ebenezer oleh KPK.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah mendapatkan laporan terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) Immanuel Ebenezer

Reaksi Prabowo Subianto, kata Prasetyo Hadi, ialah mengungkapkan Keprihatinan dengan peristiwa tersebut.

"Kami mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan salah satu anggota Kabinet Merah Putih diinformasikan menjadi salah satu yang tertangkap," kata Prasetyo seperti dimuat Kompas Tv, Kamis (21/8/2025). 

Sebelumnya, kata Prasetyo, Prabowo Subianto sudah kerap kali mengingatkan agar para anggota Kabinet Merah Putih tidak menyalahgunakan amanah yang diberikan. 

Prabowo Subianto pun disebut menghormati proses hukum yang berlangsung di KPK

Prabowo Subianto juga mempersilakan proses hukum dijalankan sebagai mestinya dalam pengusutan dugaan korupsi yang menjerat Immanuel Ebenezer

Nantinya apabila Wamenaker itu terbukti bersalah, maka Presiden akan segera mencari pengganti secepatnya untuk jabatan tersebut. 

"Bapak Presiden sudah mendapatkan laporan, beliau hormati proses di KPK dan dipersilakan untuk proses hukum dijalankan sebagaimana mestinya, dan apabila terbukti akan secepatnya dilakukan pergantian," tutur Prasetyo didampingi Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. 

Baca juga: Reaksi Prabowo Subianto Persilakan KPK Proses Hukum Wamenaker

Diringkus KPK

Seperti diberitakan sebelumnya, Immanuel Ebenezer diringkus KPK di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan pada Rabu (20/8/2025).

Operasi tangkap tangan (OTT) tersebut terkait dengan pemerasan terhadap sebuah perusahaan. 

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebut penangkapan tersebut terkait kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Terkait pengurusan sertifikasi K3," ucap Fitroh dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025) seperti dimuat Kompas Tv.

Menurut penjelasannya, Immanuel ditangkap bersama 10 orang lainnya.

Sumber: Tribun depok
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved