Rabu, 6 Mei 2026

Korupsi

Kerap Turun Bela Buruh, Wamenaker Immanuel Ebenezer Ternyata Diduga Peras Perusahaan, Kena OTT KPK

Kerap Turun Bela Buruh, Wamenaker Immanuel Ebenezer Ternyata Peras Perusahaan, Kena OTT KPK

Tayang:
Kompas.com/Idon
WAMENAKER NOEL SIDAK - Wamenaker immanuel Ebenezer alias Noel menunjuk dengan tangan kiri pekerja di bagian operator karena pimpinan perusahaan tak bisa ditemui terkait ijazah mantan karyawan ditahan, di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (23/4/2025). Teranyar, Wamenaker Noel terkena OTT KPK terkait kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikasi K3. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan yang akrab disapa Noel, Rabu (20/8/2025) malam di Jakarta.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel ditangkap karena kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

“Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dihubungi, Kamis (21/8/2025).

Baca juga: Kejutan, Wamenaker Noel Kena OTT KPK, Ini Profil Singkatnya

Sejak menjabat Wamenaker, Noel diketahui kerap turun ke lapangan untuk membela buruh dan apa yang disebutnya rakyat kecil.

Fitroh menjelaskan bahwa dalam OTT kasus ini, ada sekitar 10 orang yang ditangkap KPK termasuk Wamenaker Noel.

“10 orang,” ujar Fitroh.

Fitroh mengaku belum dapat memberikan informasi lebih detil mengenai penangkapan Noel tersebut.

Menurutnya KPK memiliki waktu selama 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum terhadap Noel dan sejumlah pihak yang ditangkap.

Bela Buruh di Depok

Sehari sebelum terkena OTT KPK, Noel masih bekerja seperti biasa dengan turun ke lapangan untuk hadir membela rakyat kecil dan kaum buruh.

Pada Selasa, 19 Agustus 2025, Noel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah perusahaan penyedia alat kesehatan di kawasan Cilodong, Depok.

Dalam sidak tersebut, Noel menemukan ratusan pekerja yang hanya menerima bayaran Rp50 ribu per minggu.

Noel bertemu langsung dengan para pekerja yang gajinya sangat minim tersebut.

Noel didampingi Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah.

Ia  berdialog dengan pihak manajemen perusahaan dan meminta penjelasan terkait pembayaran upah pekerja yang jauh di bawah standar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved