Selasa, 5 Mei 2026

Berita Jakarta

Jadi Sentra Perdagangan Bunga Terbesar se-Asia Tenggara, Begini Sejarah Pasar Rawa Belong

Pasar bunga Rawa Belong sangat dikenal, tak hanya warga Jakarta, namun hingga ke pasar internasional. Ternyata sejarahnya cukup panjang.

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah
PASAR BUNGA RABEL - Budi, penjual bunga di Pasar Bunga Rawa Belong (Rabel), Jakarta Barat. Sudah 28 tahun jajakan bunga segar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pasar Bunga Rawa Belong menjadi salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Barat yang banyak diminati lantaran memiliki stok bunga bervariatif dan murah. 

Kehadiran pasar ini pun seakan menjadi napas dan urat nadi perdagangan di wilayah setempat. Sebab lewat pasar bunga inilah, Rawa Belong dikenal luas.

Lantas seperti apa sejarah lahirnya Pasar Rawa Belong?

Menurut Muhammad Rifki alias Eki Pitung selaku Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, pasar ini ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta kala itu, Wiyogo Atmodarminto pada 1989.

Baca juga: Kondisi Pasar Bunga Rawa Belong Terbesar se Asia Tenggara, Masihkah Eksis?

Kala itu, di wilayah tersebut masih dibanjiri oleh petani-petani bunga sebab merupakan kawasan rawa-rawa.

Selain itu, beberapa rumah warga juga masih memiliki lahan untuk melestarikan tanaman hias hingga bunga, seperti anggrek dan mawar.

"Artinya perumahan-perumahan itu mereka memiliki lahan-lahan tambahan untuk menanam bunga-bunga," kata Eki kepada Warta Kota, Jumat (8/8/2025).

Seiring berjalannya waktu, mulai menjamur kios-kios di pinggir jalan Rawa Belong yang berjualan bunga hingga tata letaknya berubah menjadi pasar.

Baca juga: Pedagang Bunga Rawa Belong Sejak 1997, Pilih Bertahan Meski Harga Anjlok

Walhasil pada 1989, dibuatlah pasar tematik yang dinaungi oleh PD Pasar Jaya. 

"Artinya perusahaan daerah milik Pemda DKI. Nah mulai dikelola oleh Pemda DKI maka itu banyaknya udah bangunannya udah benar-benar seperti kekinian lah, ada kios-kiosnya, dua lantai, bahkan seberangnya juga dibangun lagi," ujar Eki.

Eki menyebut, kala itu Gubernur Wiyogo tak menargetkan Pasar Bunga Rawa Belong jadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

Hanya saja, lantaran pasar itu memiliki area yang luas serta banyaknya bunga yang dijual, walhasil Pasar Bunga Rawa Belong jadi yang terbesar. 

Eki bercerita, kala itu produk yang dijual hanyalah bunga hias.

Namun, seiring perkembangan zaman dan tren yang ada, para penjual bunga pun mulai menampilkan kreasinya.

Mereka menjajakan bucket bunga, karangan, hingga papan bunga pesanan untuk ucapan duka maupun ulang tahun.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved