Lipsus Warta Kota
Dulu Jadi Surga Tekstil, Kini Pasar Anggada Bogor Sepi dari Pembeli
Kasim menjelaskan Pasar Anggada berawal dari beberapa toko yang ada di Ruko Anggada Indah saat ini.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dian Anditya Mutiara
Namun Kasim mengaku kondisi Pasar Anggada kini sepi pembeli, tidak seperti dulu yang ramai setiap hari.
"Dulu Pasar Anggada merupakan pusat tekstil terbesar di Kabupaten Bogor. Orang datang ke sini untuk membeli pakaian atau pun kain untuk membuat baju dan celana/rok," bebernya.
Kasim menjelaskan Pasar Anggada menjadi surga bagi para pencinta fesyen zaman dulu.
Pasalnya, semua produk fesyen ada di sini, mulai dari pakaian, tas, perlengkapan bayi, perlengkapan sekolah, selimut, handuk, sepatu, sandal hingga karpet.
Apalagi sejumlah toko di pasar ini menjual barang branded sisa eksport.
"Sekarang tidak ada lagi toko yang menjual barang sisa eksport. Mungkin karena banyak perusahaan tekstil yang tutup," tandasnya.
Pantauan Wartakotalive.com, Pasar Anggada memang tampak agak sepi dari pengunjung pada Sabtu (9/8/2025).
Dari 30 toko yang ada di pasar ini, hanya sekira 20-an toko yang buka.
Rina (35), seorang pembeli yang langganan berbelanja di Pasar Anggada, mengaku pasar ini memang agak sepi beberapa tahun terakhir.
"Dulu sih ramai ya, setiap hari padat pengunjung. Tetapi setelah wabah Covid-19, sudah agak sepi. Mungkin karena banyak yang beli online," paparnya.
Rini mengaku masih berbelanja ke Pasar Anggada karena harganya relatif lebih murah dari pasar-pasar lain di wilayah Bogor.
"Di sini harga lebih murah. Apalagi kalau beli kain kiloan untuk buat gaun, jatuhnya lebih murah. Dari pada jauh ke Tanah Abang, mending ke sini saja," tuturnya.
Selain membeli kain, Rini juga membeli sejumlah kebutuhan di sini, mulai dari pakaian seragam anak sekolah hingga karpet.
"Kalau saya sih masih favorit belanja ke sini, sekalian jalan-jalan," tandasnya. (*)
Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini
| Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 50 Persen, Pedagang Terdampak Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Harga Plastik Naik, Guru Besar UI Sebut Dipicu Konflik Global dan Minyak Mahal |
|
|---|
| Dampak Harga Plastik, Warung Mulai Naikkan Harga dan Kurangi Porsi |
|
|---|
| TPS Liar Menjamur di Depok dan Tangsel, Warga Terganggu Bau Sampah |
|
|---|
| Nikah di KUA, Jangan Rusak Kebahagiaanmu Hanya untuk Penuhi Ego Orang Lain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pasar-Anggada-Kabupaten-Bogor455.jpg)