Senin, 18 Mei 2026

Berita Jakarta

Curhat Pedagang Pasar Barito Jaksel, Terancam Digusur Paksa di Tengah Sepinya Pembeli

Curhat Pedagang Pasar Barito, Akui Sudah Jatuh Tertimpa Tangga. Mencoba Bertahan Lantaran Sepi Pembeli, Sekarang Justru Terancam Digusur Paksa

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Yulianto
UNJUK RASA - Sejumlah pedagang Pasar Barito yang tergabung dalam Solidaritas Pemasok Pedagang Pasar (SP3) membawa poster saat mengikuti unjuk rasa di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penolakan terkait rencana relokasi kios pedagang imbas proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka yang ditargetkan rampung pada Desember 2025 karena dinilai merugikan para pedagang. Warta Kota/Yulianto 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Warung kopi (warkop) sederhana yang berdiri sejak 1973 di Pasar Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kini menghadapi ketidakpastian nasib. 

Dikelola turun-temurun dari sang ayah, warung ini menjadi saksi bisu perubahan zaman dan hiruk pikuk pasar.

Namun, ada ancaman rencana relokasi berkaitan dengan proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka yang akan menggabungkan tiga taman di wilayah Blok M.

Adapun Taman Bendera Pusaka tersebut menggabungkan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser.

Pasar Barito yang kini ramai oleh lalu lintas pedagang serta pembeli dulunya hanyalah lahan kosong. 

Nia (52), salah satu pedagang kuliner menuturkan bahwa ayahnya sudah memulai usahanya sejak 1973.

"Dulu bapak di sini dari tahun 1973. Pas pertama di sini ada bapak sendiri sama tukang rokok, sebelum ini dibangun semua," kata dia, kepada Warta Kota di lokasi, Sabtu (9/8/2025).

"Pertama kali bapak di sini, tahun 1973. Nah sekarang sudah sampai cucunya," sambung wanita berhijab tersebut.

Baca juga: Diduga Rebut Tanah Adat, PT TPL Malah Dapat Penghargaan dari Kemenhut, Ini Tanggapan Pendeta Victor

UNJUK RASA - Sejumlah pedagang Pasar Barito yang tergabung dalam Solidaritas Pemasok Pedagang Pasar (SP3) membawa poster saat mengikuti unjuk rasa di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penolakan terkait rencana relokasi kios pedagang imbas proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka yang ditargetkan rampung pada Desember 2025 karena dinilai merugikan para pedagang. Warta Kota/Yulianto
UNJUK RASA - Sejumlah pedagang Pasar Barito yang tergabung dalam Solidaritas Pemasok Pedagang Pasar (SP3) membawa poster saat mengikuti unjuk rasa di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025). Unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penolakan terkait rencana relokasi kios pedagang imbas proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka yang ditargetkan rampung pada Desember 2025 karena dinilai merugikan para pedagang. Warta Kota/Yulianto (Warta Kota/Yulianto)

Warung ini awalnya menjual roti bakar dan mi instan, mirip seperti warkop. 

“Sebelum ada bangunan, bapak jualan pakai gerobak,” kenangnya. 

Selain itu, Pasar Barito dihuni penjual burung yang menggunakan sepeda atau memikul barang dagangan mereka. 

Seiring waktu, pasar tersebut berkembang menjadi pusat kuliner, buah, dan burung seperti sekarang. Warkop legendaris ini kini dikelola Nia selaku anaknya.

“Saya gantiin bapak di sini. Dulu bapak sama Uwa (om) yang rintis. Sekarang saya yang ngelola,” ujarnya.

Ia mengaku tetap berjualan meski harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi yang sulit.

Beberapa artis seperti Nikita Mirzani hingga Ivan Gunawan pernah mampir di Pasar Barito yang rampung direvitalisasi pada 2022.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved