Wapres Gibran Santai Ngobrol Dengarkan Aspirasi Warga Kelapa Gading dan Ketua RT Gen Z

Dalam kesempatan dialog, Sahdan menceritakan bagaimana Gibran memberikan perhatian nyata bagi kesejahteraan warga

Editor: Joanita Ary
Sekretariat Wakil Presiden
GIBRAN DAN KETUA RT GEN Z -- Sore hari selepas Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, suasana lingkungan yang biasanya tenang berubah menjadi riuh penuh harapan. Wakil Presiden, Gibran Rakabuming, tak beranjak dari bangku masjid. Sebaliknya, ia memilih menyapa warga dan berdialog langsung bersama Ketua RT 7, RW 8, Sahdan Arya Maulana, pemimpin muda Gen Z yang sempat mencuri perhatian publik karena gebrakan inovatifnya 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA -- Sore hari selepas Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, suasana lingkungan yang biasanya tenang berubah menjadi riuh penuh harapan.

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming, tak beranjak dari bangku masjid.

Sebaliknya, ia memilih menyapa warga dan berdialog langsung bersama Ketua RT 7, RW 8, Sahdan Arya Maulana, pemimpin muda Gen Z yang sempat mencuri perhatian publik karena gebrakan inovatifnya.

Dari perbaikan jalan rusak hasil swadaya warga hingga pemasangan CCTV di lingkungan permukiman.

Sahdan, yang usianya baru 19 tahun saat mencalon sebagai Ketua RT, menjadi simbol energi perubahan dan keteladanan kepemimpinan generasi muda.

Ia bahkan dijuluki “Ketua RT Gen Z,” oleh para netizen.

Dengan predikat sebagai Ketua RT Gen Z, Sahdan memperkuat tekadnya untuk bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan dialog, Sahdan menceritakan bagaimana Gibran memberikan perhatian nyata bagi kesejahteraan warga.

“Beliau tadi menyampaikan, kalau butuh apa-apa, silakan hubungi beliau,” kata Sahdan polos, tapi sarat makna.

Wapres tidak hanya hadir secara simbolik, namun sudah memberikan dukungan konkret: bantuan dana pengecoran jalan, pemasangan CCTV, hingga lampu penerangan di lingkungan setempat.

Tak hanya berhenti di situ, Gibran menunjukkan kepekaan terhadap isu-isu lingkungan yang dirasakan warga. Persoalan banjir akibat luapan kali menjadi sorotannya.

“Nanti beliau akan menyampaikan langsung ke Gubernur DKI Jakarta,” ujar Sahdan, menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah bisa saling bersinergi untuk solusi nyata.

Lebih jauh lagi, Wapres mengajukan pertanyaan sederhana namun strategis: tentang jumlah kepala keluarga, akses bantuan PKH atau KIS, dan permasalahan sosial ekonomi lainnya.

Ia tampak ingin memastikan bahwa kebijakan tidak dibuat di atas meja, tetapi didasarkan pada realita lapangan.

“Beliau sangat ingin membantu warga-warga di sini,” tutup Sahdan dengan penuh harapan.

Kunjungan ini menjadi cermin dari semangat pemerintahan yang menyentuh akar rumput.

Ketika negara hadir, bukan untuk diarak dengan seremonial, tapi untuk mendengarkan menyerap aspirasi tanpa formalitas itulah saat kebijakan mulai terasa manusiawi dan dekat dengan rakyat.

 

Sumber: KOMPAS
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved