Minggu, 12 April 2026

Taman Bendera Pusaka

Pramono Mendadak Batal Groundbreaking Taman Bendera Pusaka, Ini Alasannya Versi Staf Khusus

Jika tadinya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sangat menggebu-gebu melakukan groundbreaking Taman Bendera Pusaka, kini malah batal.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Yulianto
JELANG GROUNDBREAKING - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) didampingi Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Fajar Sauri (kiri) dan Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar (kanan) saat meninjau jelang groundbreaking Taman Bendera Pusaka di Taman Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). Peninjauan jelang groundbreaking pembangunan Taman Bendera Pusaka ini nantinya akan menggabungkan tiga taman yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, yang rencananya digelar pada hari ini, Jumat (8/8/2025) resmi ditunda.

“Masih menyesuaikan dengan jadwal pak Gubernur yang padat,” ucap Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, Jumat (7/8/2025).

Sebelumnya diberitakan, Para pedagang Pasar Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menggelar aksi demonstrasi, Jumat (8/8/2025) pagi.

Baca juga: Pedagang Pasar Barito Menolak, Pramono Lanjutkan Proyek Taman Bendera Pusaka

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana relokasi berkaitan dengan proyek pembangunan Taman Bendera Pusaka yang akan menggabungkan tiga taman di wilayah Blok M.

Adapun Taman Bendera Pusaka tersebut menggabungkan Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser.

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com, awalnya para pedagang berkumpul di depan kios burung.

Mereka tampak mengenakan pita merah putih yang diikatkan di kepala dan stiker merah putih di pipi.

Baca juga: Keren, Pramono Bakal Bangun Arena Padel di Taman Bendera Pusaka, yang Mau Main Bawa Raket Sendiri

Terlihat pula para pedagang membentangkan spanduk dan poster yang memprotes relokasi.

Spanduk besar itu bertuliskan 'ANAKKU MENJERIT, ISTRIKU MENANGIS KARENA AYAHNYA DIGADANG-GADANG DIUSIR BERDAGANG".

Poster yang dibentangkan pedagang yakni "Pak Pram & Bang Doel: Bung Hatta kirim salam, ekonomi kerakyatan itu melindungi pedagang, bukan menggusur pakai surat lurah!".

Serta poster lainnya "Pedagang lansia dilindungi HAM, bukan disuruh tanda tangan diam-diam!!!".

Aksi ini tak hanya diikuti para pedagang, tapi juga elemen masyarakat sipil.

Berikut tuntutan utama terkait aksi hari ini:

- Hentikan rencana proyek yang tidak memiliki urgensi terhadap kelanjutan UKM berbasis ekomoni kerakyatan;

- Menolak intimidasi oleh aparat terhadap pedagang Pasar Barito, yang memaksa melakukan tandatangan untuk pengosongan yang semuanya peserta UKM yang terdaftar di dinas PPKUM Jakarta selatan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved