Kecelakaan Pesawat

Wakasau Menyebut Sosok Marsma Fajar Adriyanto Periang dan Ramah

Di mata Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya (TNI) Tedi Rizalihadi sosok Marsama Fajar Adriyanto orang yang ramah dan periang.

Wartakotalive.com/ Hironimus Rama
PESAWAT LATIH JATUH - Pesawat latih GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (3/7/2025). Peristiwa ini menewaskan pilot Marsma TNI Fajar Adriyanto, sementara co-pilot Roni mengalami luka-luka. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di mata Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya (TNI) Tedi Rizalihadi sosok Marsama Fajar Adriyanto orang yang ramah dan periang.

Hal itu diungkapkan Tedi saat  melayat ke rumah duka mantan Kadispenau Marsma (TNI) Fajar Adriyanto di Komplek TNI AU, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8/2025).

Tedi mengatakan TNI AU berduka karena kehilangan putra terbaik sebagai penerbang pesawat tempur F-16.

"Jadi kita sangat kehilangan atas meninggalnya alm dan kita mendoakan mudah-mudahan almarhum husnul khotimah, mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Tedi kepada wartawan.

Baca juga: Dimakamkan di Jawa Timur, Jenazah Marsma Fajar Adriyanto Akan Diterbangkan dengan Hercules

Tedi mengungkapkan sosok Marsma Fajar yang ia kenal dekat secara pribadi.

Sosok Fajar merupakan pribadi yang periang dan ramah kepada semua orang.

"Beliau orangnya riang, cukup humanis, terbukti beliau beberapa kali menangani kegiatan olahraga dirgantara, jadi beliau sangat aktif membina rekan-rekan yang hobi di olahraga dirgantara dalam naungan FASI," tuturnya.

"Beliau orangnya ceria, tidak pernah ada beban, dan baik, ramah kepada semua orang. kita cukup kehilangan sosok beliau," sambungnya.

Sebelumnya, pesawat milik FASI yang dikemudikan Marsma Fajar dan satu co-pilot terjatuh pada Minggu (3/8/2025) sekira pukul 10.00 WIB. Pesawat itu diketahui terjatuh saat sedang latihan.

 TNI Angkatan Udara (AU) berduka atas insiden kecelakaan pesawat latih sipil Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), yang menewaskan Marsma TNI Fajar Adriyanto di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor pada Minggu (3/8/2025). 

Saat ini, diketahui Fajar menjabat sebagai Kapoksahli Kodiklatau.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengungkapkan pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja Bogor pukul 09.08 WIB dalam rangka misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan.

Baca juga: Detik-detik Pesawat Jatuh di Area Pemakaman Ciampea Bogor, Sempat Berputar-putar

"Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana. Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," kata Nyoman saat dikonfirmasi pada Minggu (3/8/2025).

Latihan tersebut, kata dia, dilaksanakan dalam kapasitas Marsma TNI Fajar sebagai pilot dan Roni sebagai co-pilot. 

Kegiatan ini, lanjut dia, merupakan bagian dari latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI, induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved