Berita Nasional
Kronologi Kasus Silfester hingga Divonis 1,5 Tahun Penjara, Tuduh JK Korupsi dan Memperkaya Diri
Silfester tercatat sebagai pendiri dan Ketua Umum organisasi relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet) yang mendukung Presiden Joko Widodo
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Kejaksaan Agung telah memerintahkan untuk mengeksekusi Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina
Silfester diketahui sudah menjadi terpidana sejak 2019 dan telah mendapatkan vonis 1,5 tahun penjara
Meski demikian, pentolan relawan Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada masa pemilu yang lalu, itu belum juga dieksekusi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Saat itu dia bahkan aktif dalam kegiatan memenangkan presiden Jokowi
Belum lama ini, Silfester Matutina juga diangkat sebagai komisaris ID Food oleh Erick Thohir
Silfester sendiri tercatat sebagai pendiri dan Ketua Umum organisasi relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet) yang mendukung Presiden Joko Widodo sejak 2013
Baca juga: Divonis Sejak 2019, Kejagung Pastikan Relawan Jokowi Silfester Matutina Segera Dieksekusi
Baca juga: Kronologi Lengkap Kematian Anggota Paskriba Cantik Diva Febriani, Sempat Dirudapaksa Pelaku
Klaim sudah damai dengan JK
Saat dirinya ramai dibicarakan, Silfester turut mengomentari terkait kasus dirinya dengan JK.
Ia mengklaim jika kasus yang menjeratnya itu sudah berujung damai.
"Mengenai urusan hukum saya dengan Pak Jusuf Kalla. Itu sudah selesai dengan ada perdamaian. Bahkan saya beberapa kali, ada dua kali, tiga kali bertemu dengan Pak Jusuf Kalla dan hubungan kami sangat baik," kata Silfester.
Soal proses hukum, Silfester juga mengklaim jika sudah menjalaninya dengan baik.
"Memang waktu itu tidak ada diberitakan karena waktu itu baik saya, walaupun yang Pak Jusuf Kalla, tidak pernah memberitakan di media," ucapnya.
Baca juga: Anak Buah Mayjen Soenarko Murka dan Ratusan TNI Marah Karena Direndahkan Silfester, Anggap Hinaan
Rincian Kasus yang Jerat Silfester Matutina
Kasus yang menjerat Silfester berawal dari orasinya pada 15 Mei 2017 ketika menyebut JK sebagai akar permasalahan bangsa.
Dikutip dari pemberitaan Kompas.com pada 29 Mei 2017, ia menganggap JK terlalu berambisi secara politik sehingga mau menjadi wakil dari Jokowi dalam Pilpres 2019.
| Lewat Surat, Nadiem Makarim Ungkap Sederet Kejanggalan Kasusnya |
|
|---|
| Reaksi Ketua PBNU Gus Yahya Usai Adik Jadi Tersangka Korupsi Kouta Haji |
|
|---|
| Geger! Profesor London Petakan Korupsi Tambang dan Sawit Indonesia Hingga Rp186,48 Triliun |
|
|---|
| Nama Muhammadiyah Dicatut untuk Laporkan Pandji Pragiwaksono |
|
|---|
| Gus Salam Nilai Pemuda NU yang Polisikan Pandji Pragiwaksono Terlalu Emosian dan Tak Elegan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/silfester-matutina.jpg)