Selasa, 12 Mei 2026

Kebakaran

Duri Utara Tambora Kerap Kebakaran Hebat, Warga Sebut Minim Alat Pemadam

Kawasan Tambora, Jakarta Barat, merupakan daerah yang rawan kebakaran. Sebab sangat padat, sehingga potensial jika cuaca panas.

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Valentino Verry
warta kota/nuril yatul
KORBAN KEBAKARAN - Novi, warga RT 04 RW 02 Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, mengatakan wilayahnya rawan kebakaran karena minim alat pemadam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Insiden kebakaran yang menghanguskan 70 bangunan dan 100 KK terdampak di Jalan Pasar Garuda, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, Senin (21/7/2025), rupanya bukan pertama kali terjadi.

Menurut salah satu warga setempat bernama Novi (38), kebakaran hebat pernah menghanguskan ratusan rumah dan kontrakan pada 2009 lalu.

"Terjadi itu (kebakaran) tahun 2009 di kontrakan itu. Pernah sempat itu yang ramai banget," kata Novi kepada Warta Kota di lokasi.

Baca juga: 1.653 Kebakaran Terjadi di Jakarta selama 2023–2024, Terbanyak di Jakarta Timur dan Jakarta Barat

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Didesak Perkuat Kesiapsiagaan Warga Buntut Rentetan Kebakaran Telan Korban Jiwa

Karena riwayat kebakaran besar tersebutlah, Novi sempat panik bukan main saat warga berteriak 'kebakaran kebakaran', sesaat setelah api muncul dari salah satu rumah warga.

Ia langsung menyelamatkan sejumlah surat-surat penting dan keluarganya untuk menjauh dari lokasi kejadian.

"Jarang terjadi kebakaran, sekalinya kebakaran, dampaknya besar," jelas Novi.

"Jadi tadi udah enggak bisa dijelasin paniknya kayak apa," lanjutnya.

KEBAKARAN TAMBORA - Kebakaran di kawasan padat penduduk Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, Senin (21/7/2025). Kawasan ini ternyata sudah sering terjadi kebakaran.
KEBAKARAN TAMBORA - Kebakaran di kawasan padat penduduk Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, Senin (21/7/2025). Kawasan ini ternyata sudah sering terjadi kebakaran. (Wartakotalive/Nuri Yatul Hikmah)

Kendati demikian, Novi mengungkap bahwa di wilayahnya sangat minim alat pemadam ringan (APAR).

Jangankan 1 rumah 1 APAR, balai RW pun belum memilikinya.

"Enggak ada (APAR) di balai RW," katanya.

Novi berharap, kebakaran untuk kedua kalinya ini dapat menjadi pembelajaran berharga agar ke depan pemerintah setempat bisa membekai warga APAR guna meminimalisir terjadinya kebakaran.

"Harapannya ada lokasi, ada pemadam (APAR), terus kayak buat airnya gitu. Karena kan ini susah kan. Harapannya itu tempat-tempat ya ada kayak tempat penampungan air, atau disediakan alat pemadam kebakaran," kata Novi.

"Terus alatnya beberapa unit, satu unit, satu dua unit. Biar enggak merembat ke mana-mana," pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, delapan orang warga dilaporkan mengalami cedera saat membantu memadamkan api pada kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk di Jalan Pasar Garuda, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, Senin (21/7/2025).

Delapan orang tersebut mulanya ditangani oleh petugas Palang Merah Indonesia (PMI), sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved