Kecantikan Kulit

Pasien Asal Swiss Rela Jauh-jauh Demi Jalani Terapi Stem Cell di Vinski Tower Jakarta Selatan

Seorang pasien asal Swiss, Dr. Eugene Dureinard, menjalani rangkaian terapi stem cell di Vinski Tower, Jakarta, yang dipersiapkan secara detail sejak

Editor: Ahmad Sabran
HO
PASIEN SWISS - Dr. Eugene Dureinard dari Swiss menjalani rangkaian terapi stem cell di Vinski Tower, Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-  Pakar anti-aging dan teknologi sel punca (stem cell) asal Indonesia Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, kini dikenal luas di mancanegara.

Seorang pasien asal Swiss, Dr. Eugene Dureinard, menjalani rangkaian terapi stem cell di Vinski Tower, Jakarta Selatan, yang dipersiapkan secara detail sejak enam bulan lalu.

Eugene tidak hanya menjalani terapi untuk kebugaran dan pencegahan penyakit degeneratif, namun juga mendapat layanan komprehensif mulai dari pemeriksaan MRI dan laboratorium lengkap di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN), yang kini telah berkolaborasi dengan Celltech.

Pasien Swiss tersebut menjalani terapi Quantum Stem Cell selama dua hari, dilengkapi infus sel punca, perawatan kulit exoglow dan secretome, hingga layanan massage khas Bali. Ia pun memuji kualitas layanan dan hasil terapi, serta keramahan tim Celltech yang dirasakan sangat kekeluargaan.

Perjalanan Dr. Eugene dimulai dari Singapura menggunakan jet pribadi Aeroqueen & Skyte melalui Bandara Seletar, mendarat langsung di Halim, Jakarta, dan disambut layanan karpet merah.

Tak hanya terapi medis, ia juga menikmati budaya Indonesia mulai dari kunjungan ke Monas hingga mencicipi kuliner khas seperti rendang sehat dan nasi goreng kampung di Presidential Suite Vinski Tower.

Baca juga: Resmi Perkuat Persija Jakarta di Liga 1 2025/2026, Jordi Amat: Saya Ingin Menang

 “Teknologi anti-aging dan stem cell bukan hanya untuk kesehatan pribadi, tapi juga kebahagiaan keluarga. Itulah filosofi saya,” ujar Prof. Deby dikutip dari siaran persnya, Sabtu (5/7/2025).

Prof. Deby Vinski merupakan Presiden World Council of Preventive Medicine (WOCPM) yang berbasis di Champs-Élysées, Paris—organisasi global beranggotakan profesor dan dokter dari 74 negara. 

Didukung Wakil Presiden dari Inggris, Jerman, Spanyol, dan Sekjen dari Rusia, Deby menjadi satu-satunya orang Indonesia yang memimpin organisasi elit ini.

Dengan jaringan global yang kuat, WOCPM rutin menggelar pertemuan di tempat prestisius seperti Monte Carlo, Istana Presiden Kazan, hingga di atas jet pribadi. Kiprah Deby membawa nama Indonesia di ranah kedokteran dunia pun semakin diakui.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Batalkan CFN Malam Ini, Pramono Anung: Saya Tidak Mau Ganggu Bisnis Perhotelan

Menurut laporan dari Longevity Concierge Swiss, ribuan pasien internasional telah mendaftar untuk menjalani terapi di Celltech—termasuk dari Rusia, Dubai, Bahrain, dan Arab Saudi. 

Saat ini, Vinski Tower bersama Jepang menjadi dua pusat di Asia yang menggunakan teknologi Quantum Stem Cell.

Prof. Deby juga sedang menyiapkan sertifikasi halal untuk teknologi stem cell, agar terapi ini dapat diterima secara luas oleh masyarakat Muslim global.

Prof. Deby mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah, terutama dari Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang membuka jalan bagi perkembangan teknologi kedokteran berbasis sel punca di Indonesia.

“Saya hanya ingin membaktikan diri untuk orang tua dan bangsa. Kini saatnya Indonesia jadi pusat referensi teknologi kesehatan global,” tutup Prof. Deby Vinski.

Baca juga: Warga Yakuhimo Papua Pegunungan Dibunuh oleh KKB, Satgas Ops Damai Cartenz Buru Pelakunya

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved