Tarian Bocah Pacu Jalur “Aura Farming” Viral Ditiru PSG & AC Milan

Fenomena “Aura Farming” gerakan menari enerjik oleh anak kecil di atas perahu Pacu Jalur Riau, yang menarik perhatian dunia.

Editor: Joanita Ary
Instagram Undercover
TARIAN PACU JALUR -- Media sosial kini diramaikan oleh fenomena “Aura Farming”: gerakan menari enerjik oleh anak kecil di atas perahu Pacu Jalur Riau, yang menarik perhatian dunia. Aksi penari cilik asal Kuansing, Riau, bernama Dika (sekitar 9–10 tahun), viral setelah video dirinya bergoyang di haluan jalur menembus jutaan tayangan di TikTok dan Instagram Tren ini semakin meledak setelah klub sepak bola internasional, seperti Paris Saint‑Germain (PSG) dan AC Milan, melalui akun resmi mereka menampilkan versi “Aura Farming” ala pemain dan maskot klub 

WARTAKOTALIVECOM, Pekanbaru -- Media sosial kini diramaikan oleh fenomena “Aura Farming” gerakan menari enerjik oleh anak kecil di atas perahu Pacu Jalur Riau, yang menarik perhatian dunia.

Aksi penari cilik asal Kuansing, Riau, bernama Dika (sekitar 9–10 tahun), viral setelah video dirinya bergoyang di haluan jalur menembus jutaan tayangan di TikTok dan Instagram

Tren ini semakin meledak setelah klub sepak bola internasional, seperti Paris Saint‑Germain (PSG) dan AC Milan, melalui akun resmi mereka menampilkan versi “Aura Farming” ala pemain dan maskot klub

Netizen menyebut gerakan Dika mencerminkan aura kuat dan percaya diri, memicu tagar #AuraFarming di berbagai platform

Seperti yang dilansir dari Kompas.com, anak seperti Dika disebut “Togak Luan”

Atau penari di haluan kapal yang tugasnya memberi semangat kepada tim pendayung.

Gerakannya spontan dan penuh energi mengikuti ritme perahu yang melaju cepat

“Kami sangat bangga, Pacu Jalur kini mendunia,” ucap Mahviyen Trikon Putra dari komunitas Pacu Jalur.

Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, menilai viralnya “Aura Farming” adalah kesempatan emas untuk mempromosikan budaya lokal dan pariwisata daerah

Pacu Jalur sendiri adalah lomba perahu kayu panjang yang telah digelar turun-temurun sejak abad ke-17 di Sungai Batang Kuantan, Riau

Tradisi ini kian populer dan masuk dalam kalender pariwisata nasional, dengan event berikutnya dijadwalkan pada 20–25 Agustus 2025.

Sumber: KOMPAS
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved